Jumat, April 4, 2025
BerandaTanah BumbuWahyu Windarti: Asal Kerjasama Yang Baik. Penanganan Stunting Bisa Capai Target

Wahyu Windarti: Asal Kerjasama Yang Baik. Penanganan Stunting Bisa Capai Target

Headline9.com, BATULICIN – Saat melakukan studi banding Di Kota Batu Jawa Timur, laporannya  berhasil menurunkan angka stunting 13 persen dari 28 persen hingga menjadi 15 persen, dimana Kota Batu memiliki dokumen kajian akademis penurunan stunting dan memiliki relawan untuk verifikasi data.

Hal ini disampaikan Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu),  Hj.Wahyu Windarti Zairulllah saat memberikan laporan Rapat koordinasi (Rakor) pemantauan evaluasi kinerja tim percepatan penurunan stunting (PPS) Kabupaten Tanbu tahun 2022. Selasa (18/10) di Room Seroja Hotel Eboni Kecamatan Batulicin.

“Saya yakin dengan kerjasama kita semua, maka persoalan stunting di Kabupaten Tanbu akan dapat kita atasi sesuai target yang telah ditetapkan, dengan demikian, Kabupaten Tanbu di Tahun 2045 semoga  berhasil menjadi generasi emas di Indonesia kata Hj.Wahyu Windarti.

BACA JUGA :  Bupati Minta Masyarakat Awasi Aliran Kepercayaan Menyimpang Dilingkungan Sekitarnya

Dia menambahkan, percepatan penurunan stunting merupakan  program prioritas nasional dan Kabupaten Tanbu adalah salah satu Kabupaten locus nasional pada tahun 2019.

Dia menguraikan, strategi nasional percepatan penurunan stunting menyebutkan ada 5 pilar strategi nasional yakni pertama peningkatan komitmen pada misi kepemimpinan, kedua meningkatkan komunikasi perubahan perilaku dan memberikan pemberdayaan, masyarakat.

BACA JUGA :  Komponen Penanganan Karhutla Bersatu Dalam Apel Siaga Bencana 

Ketiga peningkatan konfergensi , intervensi, ke empat peningkatan ketahanan pangan dan Gizi.kelima, penguatan dan pengembangan,daya riset dan inovasi .

“Dalam upaya percepatan penurunan stunting tentunya kita harus memiliki kekuatan antara lain, kelembagaan BPPS kabupaten, Kecamatan dan Desa diharapkan agar terbentuk.,” paparnya.

“Alhamdulillah angka stunting di Tahun 2021 Kabupaten Tanbu masuk kategori terendah untuk wilayah Kalimantan Selatan dengan angka 18,7 persen, namun berdasarkan hasil evaluasi BPPS tahun 2021 untuk locus nasional, adalah peringkat kedua di Kalsel dan urutan ke 8 dalam aksi konfergensi.,” tutupnya. (MHL)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular