Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. Featured
  4. »
  5. Muak Menunggu, Pemdes Sungai Lakum Beli Alsintan Kantong Sendiri

Muak Menunggu, Pemdes Sungai Lakum Beli Alsintan Kantong Sendiri

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

Headline9.com, MARTAPURA – Tak kunjung direalisasikan, Pemerintah Desa Sungai Lakum, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, beli alat mesin pertanian (alsintan) untuk kepentingan petani sekitar.

Kepala Desa Sungai Lakum, Zainul Aqli, mengungkapkan, semenjak Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) digelar ditingkat Kecamatan sampai detik ini usulan untuk mendapatkan mesin pertanian belum terealisasi.

“Tiga kali Musrenbang, usulan ini tak pernah terwujud. Makanya, dengan anggaran dana desa (DD) kami mengalokasikan Alsintan berupa traktor untuk digunakan Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan) di desa ini,” ujarnya, kepada headline9.com, pada Rabu (12/6/2024) siang.

Sebenarnya, beber dia, sudah beberapa kali pihaknya bersama Gapoktan setempat mengusulkan hal tersebut ke Dinas Pertanian (Disper) Kabupaten Banjar, tapi tak mendapat respon. Beberapa kali juga berkoordinasi, namun tak kunjung membuahkan hasil.

BACA JUGA :  Hujan, Jembatan di Desa Takuti Putus, Jembatan Darurat Dibangun

“Akhirnya kami berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Banjar agar bisa mengajukan pengadaan alat ini pada akhirnya disetujui. Ini kami tinggal membeli saja lagi,” beber dia.

Diusulkannya alat mesin pertanian (alsintan) tersebut. Rata-rata 60 persen masyarakatnya masih memegang paham agraris atau berprofesi sebagai petani. Tercatat desa ini juga turut andil memberikan kontribusi memenuhi kebutuhan pangan di Kabupaten Banjar.

BACA JUGA :  Pemkab Banjar Resmikan Taman Wisata Baca di Sungai Pinang.

“Jumlah lahan persawahan di Desa Sungai Lakum ini mencapai 415 hektare (ha). Rata-rata memang kegiatan masyarakat adalah petani,” bebernya.

Sekretaris Desa (Sekdes) Sungai Lakum, Laila Tanur, menambahkan, alokasi yang dikucurkan untuk membeli traktor mencapai sekitar Rp320 juta.

“Kalau memang ranah kita untuk kepentingan masyarakat dan mereka memerlukan maka kita perjuangkan,” papar dia.

Ia mengatakan, pada pencairan tahap kedua nanti traktor yang diperuntukkan bagi petani bakal terealisasi. “Kita punya pendamping desa, semoga nantinya bisa bermanfaat bagi petani,” tukasnya.

Reporter : Riswan Surya
Editor      : Nashrullah

Baca Juga