Minggu, November 30, 2025
BerandaBridaBRIDA Kalsel Gelar Seminar Akhir Kajian Pengembangan Corporate Farming, Dukung Gerbang Logistik...

BRIDA Kalsel Gelar Seminar Akhir Kajian Pengembangan Corporate Farming, Dukung Gerbang Logistik IKN

Headline9.com, BANJARBARU – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalsel menggelar Seminar Akhir Kajian Pengembangan Corporate Farming dalam Peningkatan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat di Kalimantan Selatan, bertempat di Aula BRIDA Kalsel, Selasa (25/11/2025).

Kegiatan ini dibuka langsung Kepala BRIDA Provinsi Kalsel, Thaufik Hidayat, didampingi Kabid Riset BRIDA, Ali Mukhraji, Perencana Ahli Madya Bappeda Provinsi Kalsel, Yudhi Mahendera, Kepala Seksi (Kasi) Pembiayaan, Investasi, dan Pupuk pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalsel, Indah Puteri Suciati. 

img 20251130 182825 464852917088810020079
BRIDA Kalsel Gelar Seminar Akhir Kajian Pengembangan Corporate Farming, Dukung Gerbang Logistik IKN 2

Pentingnya pengembangan corporate farming sebagai model pengelolaan pertanian modern yang mengintegrasikan aspek produksi, manajemen usaha tani, hingga pemasaran secara profesional dan berkelanjutan. Menurutnya, kondisi geografis, sosial, dan ekonomi Kalimantan Selatan yang khas menuntut kajian yang lebih mendalam serta kontekstual dalam penerapan model tersebut. 

“Konsep corporate farming telah menjadi salah satu alternatif model pengelolaan pertanian modern. Dengan posisi Kalimantan Selatan yang diarahkan sebagai lumbung pangan regional Kalimantan sekaligus gerbang logistik menuju Ibu Kota Negara (IKN), penelitian mengenai model ini menjadi sangat relevan dan mendesak,” ujarnya.

BACA JUGA :  Kajian Implementasi Kebijakan Pengendalian HIV/AIDS di Kalsel Difinalisasikan

Ia menjelaskan bahwa peran strategis tersebut menuntut sistem pertanian yang produktif, efisien, modern, serta mampu bersinergi dengan berbagai aktor, termasuk korporasi dan kelembagaan petani. 

Terlebih lagi, pembangunan sistem corporate farming juga menjadi amanat visi dan misi kepala daerah Kalimantan Selatan periode 2025–2029 yang menempatkan ketahanan pangan dan industrialisasi pertanian sebagai prioritas utama pembangunan daerah. 

“Melalui penelitian ini, kami berharap dapat menghasilkan rekomendasi yang tidak hanya akademis, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan kebutuhan serta tantangan di lapangan. Dalam konteks ini, peran para narasumber, peneliti, dan instansi terkait menjadi sangat krusial,” katanya.

Ia turut memberikan penegasan dalam sesi wawancara. Ia berharap seminar akhir tersebut mampu memperkaya substansi penelitian para peneliti BRIDA, terutama dalam memperluas literatur, referensi, serta analisis yang memberi nilai tambah bagi hasil riset. “Harapannya seminar akhir ini dapat memperkaya hasil penelitian kawan-kawan peneliti. Jika nanti hasil riset telah dituangkan dalam laporan akhir, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pelaksanaan pembangunan pertanian dan ketahanan pangan di Provinsi Kalsel,” tutur Thaufik Hidayat. 

BACA JUGA :  BRIDA Kalsel Yakin UNUKASE Jadi Tonggak SDM Penting Ciptakan Riset Unggulan

Thaufik juga menekankan bahwa peningkatan hasil pertanian tidak dapat dilakukan dengan cara yang biasa-biasa saja, mengingat tren beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya penurunan produktivitas di sejumlah komoditas.

“Dari grafik yang menurun, untuk memberikan efek memantul itu tidak bisa dilakukan dengan upaya biasa saja. Pemerintah nasional saat ini sudah membuka jutaan hektare lahan pertanian baru, dan Kalsel juga mendapat porsi untuk itu. Metode pengelolaan lahan harus semakin baik, modern, dan adaptif,” jelasnya.

Ia berharap hasil kajian corporate farming yang disusun BRIDA dapat menjadi bagian dari kontribusi ilmiah sekaligus dukungan strategis dalam penguatan pembangunan pertanian di Kalimantan Selatan. “Harapan kita, salah satu hasil riset ini bisa memberikan kontribusi sebagai bentuk partisipasi BRIDA dalam mendukung sektor pertanian di Kalimantan Selatan,” pungkasnya. 

- Advertisment -
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular