Minggu, Januari 4, 2026
BerandaPemeliharaan Jam di Tugu Adipura Banjarbaru Ratusan Juta

Pemeliharaan Jam di Tugu Adipura Banjarbaru Ratusan Juta

Headline9.com, BANJARBARU – Empat jam analog yang terpasang di Tugu Adipura Banjarbaru hingga kini tak berfungsi. Padahal, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Banjarbaru telah menggelontorkan biaya hingga ratusan juta.

Jam analog bergaya klastik Jerman itu tak lagi jadi penanda waktu bagi pengguna jalan yang kerap dilintasi di kawasan itu. Jam itu juga berdekatan dengan rumah dinas Wali Kota Banjarbaru.

Usia perbaikan yang dikerjakan pihak pelaksana proyek pemeliharaan dengan pola non tender itu baru genap satu tahun. Yasa Persada Dewantara yang beralamat di Lantai 4 Graha Krama Yudha, Jakarta Selatan, dipercaya sebagai penyedia.

img 20251231 wa00794407079959188327106
Pemeliharaan Jam di Tugu Adipura Banjarbaru Ratusan Juta 2

Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Banjarbaru diketahui membelanjakan anggaran pemeliharaan Jam di Tugu Adipura sebesar bRp194.139.000 untuk pemeliharaan empat unit jam tersebut di akhir 2024. Sementara, total pagu anggarannya mencapai Rp200.000.000.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Banjarbaru, Abdussamad, menyebut, bahwa empat jam analog tugu Adipura sebelumnya sempat berfungsi. “Nanti kami cek terlebih dahulu apa penyebabnya. Setahu saya, setelah diganti alat yang baru tahun lalu, masih berfungsi,” katanya, kepada awak media, pada Selasa (30/12/2025).

BACA JUGA :  Tunawisma Tewas, Diduga Korban Pembunuhan

Ketika ditanya sejak kapan jam analog Tugu Adipura tak berfungsi? Ia menyebut tak ada laporan terkait hal itu. “Nah, kalau itu tidak ada informasinya. Dan saya baru tahu jamnya tak berfungsi,” katanya.

Ia menduga tak berfungsinya jam tersebut diduga adanya konsleting listrik. Abdussamad mengklaim jika fasilitas tersebut digerakkan menggunakan tenaga listrik alias perangkat elektronik.

“Kemungkinan jeglek kilometernya. Apalagi musim hujan seperti sekarang ini. Sama seperti lampu yang terkadang mati karena ada kabel yang konslet,” ungkap Abdussamad. Dirinya akan mengecek lagi apakah masih ada garansi dari mesin tersebut jika kondisi kerusakannya ternyata lebih parah.

“Jika kerusakannya pada mesin, dan masih garansi tentu akan kita gunakan garansinya. Tapi jika kerusakannya pada panel saja, akan kita lakukan perbaikan sendiri,” papar Abdussamad.

BACA JUGA :  Ahim Ditemukan Mengapung Disungai Apuai.

Apakah pemeliharaan selalu dianggarkan saban tahunnya? Ia berkata, “Tidak mesti juga,” kata Abdussamad, dengan jawaban singkat.

Padahal sebelumnya, empat jam analog di tugu Adipura Banjarbaru telah dilakukan pemeliharaan pada 2023. Lalu, pada Juni 2024 fasilitas milik Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Km 35 itu, rusak lagi.

Kemudian, diperbaiki kembali pada tahun yang sama dengan mengganti komponen baru. Ia menyebut, bahwa komponen mesin jam analog tersebut berasal dari Jerman dan harus dibeli dengan komponen yang sama pula.

Keberadaan jam di Tugu Adipura Banjarbaru, serupa pajangan di tengah kota. Pantauan pewarta di lokasi dalam sepekan terakhir, dua jarum jam terhenti ke arah yang sama. Jarum pendek ke arah antara angka 11 dan 12, sementara untuk jarum panjangnya ke arah angka 5, dalam penulisan romawi.

Reporter: Riswan | Reporter: Nasrullah

- Advertisment -
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular