BerandaDPRD KAB BANJARProgram KURMA MANIS Tertunda, DPRD Banjar Akui Kekeliruan Regulasi

Program KURMA MANIS Tertunda, DPRD Banjar Akui Kekeliruan Regulasi

headline9.com, MARTAPURA – DPRD Kabupaten Banjar memastikan program Kredit Usaha Rakyat Martapura Maju Mandiri Agamis (KURMA MANIS) 2026 senilai Rp2,5 miliar tidak dapat disalurkan di Kabupaten Banjar, Selasa (7/4/2026), akibat kesalahan regulasi penyertaan modal sehingga ditunda ke 2027.

Penundaan terjadi karena Peraturan Daerah (Perda) penyertaan modal kepada PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Martapura Banjar Sejahtera disahkan setelah APBD 2026, sehingga secara aturan program tidak bisa dieksekusi tahun berjalan.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Banjar, M Zaini, mengatakan hasil konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri menegaskan penyaluran program tersebut tidak dapat dilakukan.

BACA JUGA :  Sah! PT Baramarta Miliki Tiga Direksi Baru, Satu Di antaranya Legislatif

“Kalau bentuknya anggaran uang, penyertaan modal harus disahkan lebih dulu daripada RAPBD. Ini yang jadi kendala,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Ia menyebut anggaran Rp2,5 miliar akan dirapel ke 2027 dan direncanakan bertambah menjadi Rp5 miliar. DPRD memastikan pada tahun depan penyertaan modal tidak lagi berbenturan dengan regulasi.

Selain itu, sisa dana Rp150 juta yang sebelumnya disiapkan juga belum dapat disalurkan karena peruntukannya terbatas. DPRD mendorong agar dana tersebut bisa dimanfaatkan untuk seluruh sektor usaha.

BACA JUGA :  Saidan Fahmi Reses ke Sungai Lulut, Berikut Aspirasi yang Berhasil Dijaring

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdakab Banjar, Rachmad Ferdiansyah, menambahkan kendala juga dipengaruhi waktu perencanaan karena penyertaan modal harus disusun lebih awal.

“Perencanaan perda memang harus setahun sebelumnya, sehingga program 2026 dialihkan ke 2027,” katanya.

Ia menambahkan sisa anggaran penyertaan modal sebesar Rp6,3 miliar telah dikembalikan ke kas daerah.

Program KURMA MANIS merupakan skema pinjaman tanpa bunga bagi sektor usaha masyarakat yang direncanakan berjalan dalam periode 2025–2030.

- Advertisment -
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular