headline9.com, Balangan- Dinas Pertanian akan usulkan perbaikan Jalan Usaha Tani (JUT) yang mengalami kerusakan parah mengarah ke Persawahan dan Perkebunan karet masyarakat di Desa Haur Batu RT. 12 RW. 05 Jl. Gang Ulin Kelurahan Paringin Kota, Senin (29/03/2021).
Hal tersebut merupakan hasil penelusuran langsung ke lapangan oleh pihak Dinas Pertanian Kabupaten Balangan, yang sebelumnya menerima keluhan dari para masyarakat sekitar terkait adanya kerusakan JUT yang merupakan akses utama mengarah kepada persawahan dan perkebunan karet.
“Kita melihat disini kerusakannya sangat parah walupun baru di bangun di tahun-tahun sebelumnya tapi tidak ada pemeliharaan jalan usaha tani tersebut,” kata Kepala Dinas Pertanian Rakhmadi Oe’un.
Adapun untuk hasil survei tersebut, pihaknya nantinya akan membawa ke tingkat pembicaraan baik ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Balangan maupun Bupati.
“Menurut kami berdasarkan yang dilihat, panjangnya sekitar 2 kilometer dan ini merupakan akses jalan utama bagi petani-petani disini baik itu perkebunan karet maupun tanaman padi,” sambung Kadis.
Sedangkan perbaikan jalan ini nantinya kemungkinan akan menggunakan tiga cara, yaitu menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Balangan, kedua dari Dana Alokasi Khusus (DAK), kemudian dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
“Untuk dana APBN dan DAK ini ada beda, nantinya dalam waktu dekat ini kami insya allah akan mengusulkan makanya buru-buru kita melihat karena penjadwalan dengan Bapa Bupati, kita akan ke Kementerian Pertanian pada tanggal 1 April, nanti akan kita usulkan termasuk Baruh Ulin ini akan kita usulkan,” tutupnya.
Dengan potensi dan hasil yang sangat besar ditempat tersebut, yaitu sekitar 1.500 hektar untuk potensi khusus tanaman padi, dan sekitar 100 hektar untuk untuk perkebunan karet, maka perbaikan jalan usaha tani tersebut kedepan akan segera diperbaiki.
Sementara itu, Ramli warga sekitar juga menilai jalan usaha tani yang ada di kampungnya, sudah seharusnya diperhatikan pemerintah karena jalan tersebut akses satu-satunya warga dalam mengangkut hasil panen petani.
“Kita berharap jalan ini, secepatnya bisa diperhatikan pemerintah daerah. Jangan sampai jalan ini hanya dibiarkan begitu saja, karena banyak warga yang bergantung di jalan tersebut,” harapannya.