Sabtu, April 5, 2025
BerandaBanjarbaruPasien Covid Meningkat, Wali Kota Banjarbaru Akan Panggil RS Swasta

Pasien Covid Meningkat, Wali Kota Banjarbaru Akan Panggil RS Swasta

Headline9.com, BANJARBARU – Membludaknya pasien terkonfimasi Covid-19 di Kota Banjarbaru, hingga Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) Banjabaru tak mampu lagi menampung pasien covid-19. Menindaklanjuti kondisi ini, Wali kota Banjarbaru M Aditya Mufti Ariffin dan wakilnya Wartono berencana memanggil perwakilan manajemen rumah sakit swasta di Banjarbaru Jumat (15/4/2021) ini.

Aditya mengaku akan mengumpulkan rumah sakit swasta se Banjarbaru untuk meningkatkan fasilitas kesehatan Covid-19 di Banjarbaru.

“Karena Rumah Sakit idaman sebagai rumah sakit rujukan di Kota Banjarbaru ini sudah tidak mencukupi lagi fasilitasnya untuk menampung masyarakat yang terpapar Covid-19 di Banjarbaru,” ujar Wali Kota Banjarbaru.

BACA JUGA :  Setahun Kejari Banjarbaru Belum Tetapkan Tersangka Kasus KONI

Aditya menambahkan, sebenarnya secara global pandemi Covid-19 mengalami penurunan, namun di Banjarbaru justru sebaliknya semakin meningkat. Sehingga diperlukan tambahan fasilitas penanganan.

Ditanya soal kondisi pandemi covid saat ini, Aditya  mengakui Banjarbaru saat ini masih menjadi zona sedang (orange).

Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru Rizana Mirza, mengatakan memang pemanggilan rumah sakit swasta ini untuk menambah fasilitas kesehatan sehingga akan menjadi rujukan bagi penanganan Covid 19.

“Namun rumah sakit swasta yang menjadi rujukan juga dipilah terkait fasilitasnya,” tambah dia.

BACA JUGA :  Welcome Dinner, Muskomwil V APEKSI Regional Kalimantan 2022

Kepala seksi pelayanan medik RSD Idaman Banjarbaru Dr Siti Ningsih mengaku senang dengan rencana melibatkan rumah sakit swasta sebagai tujukan penanganan Covid 19.

“Ini bisa saja jadi memecah antrian di IGD RSDI,” tambah dia.

Hal ini sekaligus meringkas beban perawat RSDI dengan jumlah pasien dibandingkan jumlah tempat tidur yang terisi (BOR) hampir di atas 90 persen maka itu menjadi indikator kelelahan pasien.

“Idealnya BOR itu 70 an persen saja,” tutupnya. (lin)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular