HEADLINE9.COM, BANJARBARU – Dalam rangka mengamankan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalsel yang akan berlangsung pada Rabu (9/6/2021) sanyak 2.628 personel gabungan TNI-Polri telah disiapkan.
“Tni 200 Personel, Polri 2.268 Personel gabungan personel Polda Kalsel termasuk dari Brimob, sudah dikerahkan ke TPS untuk mengamankan PSU. Dan Ratusan polisi akan dibantu puluhan prajurit TNI akan mengawal dan mengamankan kegiatan terebut” kata Kapolda Kalsel, Irjen Rikwanto ,Senin (7/6/2021).
Irjen Rikwanto juga mengatakan semua tempat pemungutan suara (TPS) dianggap rawan saat PSU yang tergelar di 827 TPS tersebar di tujuh kecamatan pada satu kota dan dua kabupaten,Kalimantan Selatan.
Irjen Rikwanto menegaskan untuk para personel agar menyusuri masuk ke jalan tikus di wilayah masyarakat, yang bertujuan menjaga keamaan dalam jalannya PSU mengenai informasi hoax, isu dan unsur sara.
“Personel pengamanan tidak boleh lengah apalagi underestimate. Semua harus siap siaga 24 jam sejak hari ini, dan semua personel harus menyusur ke wilayah gang- gang untuk meanjaga keamanan PSU dari Provokasi, Isu dan Informasi Hoax” Tegasnya.
Selain itu, Irjen Rikwanto juga mengingatkan dalam pelaksanaan PSU agar unsur TNI- Polri tetap menjaga netralitas. Dan bagi para petugas yang di tempatkan di TPS agar mengetahui tugas masing masing.
“Dalam pelaksanaan PSU, unsur TNI- Polri tetap menjaga netralitas, untuk petugas yang di TPS pahami betul tugas saat berjaga dan jangan ragu ada yang provokasi turunkan, jangan ada keraguan” Terangnya.
Dalam pengamanan PSU, Berjumlah 582 personel Polri, 580 TNI akan terbagi di tiap TPS sebanyak dua personel Polri dibantu TNI serta unsur Linmas guna memberikan rasa aman bagi pihak penyelenggara dan juga masyarakat saat menyalurkan hak suaranya.
Meskipun begitu Irjen Rikwanto tetap mengingatkan potensi penularan Covid-19 mengingat situasi pelaksanaan PSU masih dalam pandemi.
“Kalau terbukti terjadi pelanggaran prokes saat di TPS, maka aparat dapat bertindak tegas sesuai aturan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dengan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 setempat,”jelasnya.
Sementara itu, Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA menghimbau masyarakat pemilih dan semua pihak mendukung terselenggaranya PSU tersebut secara aman dan tertib. Tidak lupa juga tetap menjalankan protokol kesehatan karena masih pandemi Covid-19.
“Yang memiliki hak suara silakan gunakan hak suaranya dan tetap menjalankan keamanaan Protokol Covid-19,” tegas Safrizal Za.
Sebagaimana diketahui, Pilkada Kalsel 2020 sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) harus digelar PSU di tujuh kecamatan, yakni lima kecamatan di Kabupaten Astambul, Matraman, Martapura, Aluh-Aluh, dan Sambungan Makmur. Pelaksanaan PSU itu di 24 TPS di Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, dan seluruh TPS di Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin.
Seperti diketahui pasangan calon nomor urut 01H.Sahbirin Noor-H.Muhidin, paslon nomor urut 02 Prof. H.Denny Indrayana-H.Difriadi Derajat. (Ptr)