Kamis, April 3, 2025
BerandaHukum dan PeristiwaMemanas, Beragam Istilah Dilontarkan Wakil Rakyat

Memanas, Beragam Istilah Dilontarkan Wakil Rakyat

Mulai dari Koalisi Dungu sampai Tukang Stempel

headline9.com, MARTAPURA – Kondisi di gedung rakyat DPRD Banjar kian memanas, berbagai istilah sudah dilontarkan oleh para wakil rakyat tersebut.

Kini keluar istilah koalisi dungu. Kata tersebut diucapkan Langsung oleh ketua DPRD Banjar Muhammad Rofiqi.

Rofiqi yang juga ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Banjar tersebut mengucapkan fraksi partai Gerinda menyiapkan koalisi dungu beserta fraksi sejumlah lainnya.

Hal tersenut diungkapkannya setelah membaca peta politik pembahasan Raperda perubahan badan hukum PDAM Intan Banjar. Ia menilai pembahasan terhadap Raperda tersebut sangat penting untuk melindungi kepentingan masyarakat di Kabupaten Banjar.

“Ini memang membutuhkan kajian yang lebih matang, agar keputusan yang kita ambil tidak merugikan Kabupaten Banjar. Kita tidak ingin jadi tukang stempel atau sahkan saja atas sebuah Raperda menjadi Perda,” tegas Ketua DPRD Banjar ini, Jumat (9/7/2021).

BACA JUGA :  6 Orang PSK Masih Nekat Jajakan Diri di Eks Lokalisasi

Lanjutnya, Koalisi Dungu ini adalah kumpulan politisi yang dianggap orang ‘bodoh’, tetapi berniat baik untuk masyarakat. Ini merupakan sikap dan bentuk oposisi kami bersama beberapa partai,” ucapnya.

Memanasnya politik di DPRD Banjar ini diduga berawal dari perbedaan pendapat anggota dewan tentang , apakah Raperda perubahan badan hukum PDAM Intan dari BUMD menjadi Perseroda. Sebagian anggota DPRD Banjar ingin dibentuk Pansus.

Ketua DPRD Banjar, Muhammad Rofiqi yang memimpin rapat  paripurna memutuskan untuk diadakan Pansus pada Raperda perubahan badan hukum PDAM Intan Banjar.

BACA JUGA :  Kejari Banjar Amankan 2 Tersangka Dugaan Korupsi Proyek RJI Mandiangin

“Kami melihat dinamika yang terjadi kemarin pada pembahasan Raperda PDAM itu terjadi sangat alot, dan  akhirnya kita juga buka-bukaan. Jadi nanti akan terlihat di masyarakat apakah lebih baik koalisi yang dikatakan ‘dungu’ atau ‘pintar’,” tandasnya.

Istilah atau kalimat dungu muncul pada rapat paripurna DPRD Banjar pada, Rabu (7/7/2021) lalu. Hal tersebut dilontarkan Anggota Komisi II DPRD Banjar, Saidan Pahmi terkait pembahasan sejumlah Raperda, AKD dan lainnya.

“Kita hanya ingin agar Keputusan DPRD tidak menampilkan kedunguan di ruang publik,” kata Saidan Pahmi mengingatkan kepada forum rapat paripurna,” Rabu (7/7/2021) kala itu.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular