Sabtu, April 5, 2025
BerandaBalanganTerlambat Selesai, Warga Terdampak Secara Ekonomi

Terlambat Selesai, Warga Terdampak Secara Ekonomi

Desember Tak Selesai, Pengerjaan Jembatan Paringin Diperpanjang

Headline9.com, PARINGIN – Sejak dimulainya pelaksanaan perbaikan jembatan Paringin Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, membuat warga sekitar terdampak secara ekonomi, dikarenakan jalur itu merupakan objek vital lintasan bagi para pengendara setiap hari.

Lantas, dengan adanya proyek disana membuat banyak orang terdampak, seperti salah seorang penjual warung nasi kuning yang akrab dikenal Mama Maimunah.

Perempuan lansia ini awalnya berjualan nasi kuning saat jembatan Paringin Kabupaten Balangan masih bisa dilintasi, namun sejak September 2021 lalu, demi perbaikan jembatan, penutupan jalan pun harus dilakukan.

DIPERPANJANG – Waktu pekerjaan jembatan Paringin Kabupaten Balangan diperpanjang sampai Februari 2022

Saat ditemui di warungnya yang berada di sekitaran jembatan, Mama Maimunah menceritakan keluh kesahnya, dirinya mengatakan karena terjadi penurunan keuntungan saat berjualan nasi kuning, jadi saat ini usahanya hanya berjual kue kering dan minuman.

BACA JUGA :  Sayur Kol Berbungkus Kitab Suci di Pasar Kabupaten Banjar

“Kata anak saya capek juga kalau hasilnya tidak sesuai, jadi dirubahlah usahanya,” beber Mama Maimunah saat ditemui Jurnalis Headline9, Selasa (14/12/21).

Rupanya, yang terdampak dari perbaikan jembatan Paringin bukan hanya pengguna jalan, atau menyebabkan kerusakan jalan pada sejumlah jalan kabupaten dan jalan desa, namun pedagang sekitar pun tak luput dari hal tersebut.

Tidak ada hal lain yang diinginkan oleh Mama Maimunah saat ini selain lekas selesainya pengerjaan jembatan tersebut, sehingga usahanya kembali normal.

Diketahui, perbaikan Jembatan Paringin akan dilakukan perpanjangan masa pengerjaan, yang awalnya kalender masa kerja sejak September hingga Desember 2021, namun kini diperpanjang hingga Februari 2022.

BACA JUGA :  Balangan Siapkan Langkah Antisipasi Bencana Banjir

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Balangan juga tak lepas melakukan monitoring sebagai suara rakyat.

Perwakilan Komisi III DPRD Kabupaten Balangan, Erly Satriana mendatangi lokasi beberapa hari lalu, dirinya juga bertemu dengan perwakilan pihak ketiga yang mengerjakan jembatan.

“Sebenarnya daerah tidak punya kewenangan dalam hal ini. Karena itu merupakan kewenangan dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan. Kami peduli sebagai wakil rakyat karena berlokasi di Balangan,” ucap Erly.

Sebutnya, terlambatnya pengerjaan perbaikan jembatan Paringin sebagai akses utama, menyebabkan jalan kabupaten semakin rusak parah dan tidak bisa dikerjakan perbaikan. Ia memohon kepada pihak ketiga untuk mempercepat pengerjaan dengan cara menambah pekerja dan lembur. (ald)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular