Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. Banjarbaru
  4. »
  5. Banjarbaru Tuan Rumah Temu Alumni Kartu Prakerja 5 Provinsi

Banjarbaru Tuan Rumah Temu Alumni Kartu Prakerja 5 Provinsi

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

Headline9.com, BANJARBARU – Kota Banjarbaru menjadi tuan rumah bagi acara Temu Alumni Kartu Prakerja untuk 5 provinsi di Indonesia. Kegiatan tersebut di inisasi oleh Himpunan Lembaga Pelatihan Mitra Prakerja Kalsel tersebut dihadiri oleh lebih dari 200 orang alumni prakerja, Sabtu (02/09/2023).

Acara yang digelar di Aula Gawi Sabarataan Pemko Banjarbaru ini merupakan upaya untuk membangun koneksi antara alumni Kartu Prakerja, berbagi pengalaman sukses, serta merencanakan langkah-langkah strategis untuk mengembangkan potensi ekonomi dan karier mereka.

Didalamnya menghadirkan dialog menarik seputar Prakerja, Peluang Bonus Demografi dan Indonesia Emas 2045 bersama Wali Kota Banjarbaru, H.M. Aditya Mufti Ariffin, Deputi III Kantor Staf Presiden Bidang Perekonomian, Edy Priyono serta Direktur Hukum, Umum & Keuangan Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Sidiq Juniarso.

BACA JUGA :  Berkat Si Harat, Keberadaan Arena Sabung Ayam Terungkap.

Wali Kota Banjarbaru, H.M Aditya Mufti Ariffin menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja dan kontribusi Program Prakerja dalam percepatan pengembangan sumber daya manusia unggul di Banjarbaru. Sebab dengan adanya kartu prakerja diharapkan mampu meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Kota Banjarbaru.

Program prakerja yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2020 lalu terus mengalami perkembangan hingga di tahun 2023 sudah memasuki tahapan kedua. Dengan misi yaitu meningkatkan kompetensi, produktivitas, daya saing dan mengembangkan kewirausahaan Angkatan kerja di Indonesia.

BACA JUGA :  Forkopimda Banjarbaru Hadiri Upacara Kesaktian Pancasila secara Virtual

Direktur Hukum, Umum & Keuangan Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Sidiq Juniarso menyatakan bahwa program kartu prakerja ini mampu meraih sukses tidak lepas dari praktek kemitraan yang melibatkan 180 lembaga pelatihan, 6 platform digital, 6 mitra pembayaran, 3 portal kerja, 6 perguruan tinggi dan 1 NGO sebagai penilai serta 7 perguruan tinggi sebagai pemantau.

Baca Juga