Sabtu, April 5, 2025
BerandaKalselCabai Konsisten Naik Jelang Akhir Tahun, Harga Terpedas Dipegang 'Hiyung' Lokal

Cabai Konsisten Naik Jelang Akhir Tahun, Harga Terpedas Dipegang ‘Hiyung’ Lokal

Headline9.com, BANJARMASIN – Harga bahan pokok (bapok) jelang akhir tahun di Kalimantan Selatan mulai meronta-ronta naik di sejumlah pasar tradisional. Salah satu komoditas yang nyata konsisten mengalami kenaikan adalah cabai.

Ini terlihat dari data Dinas Perdagangan (Disdag) Kalsel yang menunjukkan bahwa cabai rawit lokal menjadi harga paling tepedas saat ini. Disusul jenis cabai lainnya seperti rawit tiung dan taji.

Saat ini tiga pasar di Banjarmasin yang memperlihatkan harga cabai memang rata-rata mengalami kenaikan di antaranya Pasar Antasari, Pasar Kalindo dan Pasar Sederhana.

Plt Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Nurul Fajar Desira, melalui Kabid Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri (Pendagri), Sutikno, menyampaikan, kenaikan harga cabai lokal memang disebabkan karena musim kemarau yang berkepanjangan. Sehingga, pola tanam yang dilakukan terhambat.

Ditambah lagi, kebun cabai hiyung (tiung) juga yang ditanami seluas 150 hektare (Ha) terdampak oleh kebakaran hutan dan lahan alias karhutla.

“Dengan produktivitasnya bisa mencapai 4-6 ton per hektare (Ha) dengan masa tanam 3 bulan. Nah, setelah ditanam selama 2 bulan pergilirannya ini terhambat karena 33 Ha terbakar. Sehingga, berpengaruh pada hasil produksi,” bebernya, di ruang kerjanya, di Banjarmasin, Jumat (1/12).

BACA JUGA :  Jamaah se-Kalsel Tumpah Ruah di Masjid Hasanudin Majedi, Doa Hingga Donasi Untuk Palestina

Meski petani diuntungkan. Beban yang ditanggung konsumen cukup besar, dari data Dinas Pertanian Tapin bahwa cabai hiyung memang naik di sejumlah pasar. Tercatat mencapai Rp130.000 per kg.

Sedangkan, harga ditingkat petani sudah dikisaran Rp100.000 per kg atau naik dari Rp90.000 sejak 10 hari terkahir. Jika dibandingkan komoditas cabai rawit biasa selisih harganya mencapai Rp20.000.

Padahal, Juni – Juli lalu hanya berada dikisaran harga Rp40.000 per kg. Datangnya kemarau dan dampak karhutla yang mengakibatkan suplai cabai hiyung berkurang. Secara otomatis menaikan harga jual petani ke produsen hingga Rp100.000 per kg.

Sementara, harga jual di Pasar Antasari Banjarmasin komoditas cabai merah besar tembus seharga Rp80.000, kriting Rp80.000, lokal Rp115.000, hijau Rp40.000, taji Rp80.000 dan tiung Rp90.000 per kg.

BACA JUGA :  Perayaan Ramadan: Paman Birin Resmi Buka Pasar Wadai di Banjarmasin

Di Pasar Kalindo sendiri, harga cabai merah besar masih diharga yang sama yakni Rp80.000, taji Rp80.000 dan tiung Rp90.000. Sedangkan, untuk komoditi cabai kriting menyentuh Rp85.000, lokal Rp120.000, hijau Rp45.000 per kilogram (kg).

Sama dengan pasar sebelumnya, di Sederhana cabai merah besar kini seharga Rp80.000, taji Rp80.000, dan tiung Rp90.000 per kg. Dari cabai kriting juga mengikuti Pasar Kalindo yaitu Rp85.000, lokal tembus Rp120.000 serta hijau seharga Rp45.000 per kg.

“Kami sosialisasikan kepada konsumen untuk menggunakan cabai kering, bubuk cabai, asinan cabai. Atau bisa menanam cabai 2 – 3 polibek untuk keperluan sehari-hari mereka,” imbaunya.

Hal lain yang mempengaruhi naiknya harga cabai hiyung, terjadi karena pasokannya ikut terbagi ke salah satu perusahaan terbesar nasional pembuat sambal. Sehingga, pihaknya perlu melakukan pendekatan.

“Ini untuk pembinaan terhadap petani cabai agar tak menghambat pasokan ke pasar,” pungkasnya.

Reporter : Riswan Surya
Editor : Nasrullah

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular