Sabtu, April 5, 2025
BerandaAir Mancur Berlian Martapura Kondisinya Memprihatinkan Selama Bupati Saidi Mansyur

Air Mancur Berlian Martapura Kondisinya Memprihatinkan Selama Bupati Saidi Mansyur

Headline9.com, MARTAPURA – Air Mancur Belian, di kawasan Cahaya Bumi Selamat (CBS), Jalan Ahmad Yani, KM 40, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, kondisinya memprihatinkan, kotor dan tak terawat.

Pasalnya, bangunan yang harusnya sebagai ikon Kabupaten Banjar ini tak lagi berfungsi. Dibawah kepemimpinan Bupati Banjar H Saidi Mansyur dan Wakil Bupati Banjar Said Idrus Al Habsyie, kondisinya tak lagi terawat, berlumut, ditambah semak belukar dan sampah turut menghiasi.

Apalagi, air mancur yang sempat beroperasi sepekan sekali itu rupanya menelan anggaran cukup fantastis, yakni sebesar Rp1,6 miliar. Ditambah, biaya perawatannya pun juga tak sedikit berkisar Rp6 juta per bulan.

Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Banjar, Iwan Junaidi, saat dikonfirmasi awak media, pada Selasa (4/3/2025) sore.

Meski beberapa kali diperbaiki dengan anggaran pemeliharaan oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar tapi upaya tersebut rupanya terkesan sia- sia dan tak maksimal.

BACA JUGA :  H. Saidi Mansyur Lihat Antusias Warga Tinggi di Sambung Makmur

Hampir terbengkalai 7 tahun, sejak diresmikan 2019 lalu. Namun, semenjak H Saidi Mansyur dan Said Idrus menjabat hingga terpilih lagi bangunan ikonik ini tak lagi tersentuh.

Dikonfirmasi sejumlah awak media, Kabid Cipta Karya Dinas PUPRP Kabupaten Banjar, Iwan Junaidi, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan alokasi anggaran pemeliharaan tiap tahunnya sebesar Rp100 juta untuk memperbaiki bangunan terbengkalai ini. Hal tersebut pun rupanya juga membuat struktur ikonik tersebut malah terjadi kerusakan.

“Kami akan bangun lagi dengan konsep yang berbeda tapi (air mancurnya, red) tak dihancurkan. Namun demikian, kami pun juga masih menunggu realisasi anggarannya, mudah-mudahan tak terdampak efesiensi,” ujarnya, Selasa (4/3/2025) sore.

Selain masih wacana, ia mengatakan, pihaknya belum melakukan survei ke lokasi. Sehingga, juga belum mengetahui berapa besaran estimasi anggaran untuk dilakukan revitalisasi. “Detail Engenerring Design atau DEDnya kami juga belum ada,” ucap Iwan Junaidi.

BACA JUGA :  Muntaber Renggut Nyawa Balita, Komisi IV Pertanyakan Kinerja Dinkes Banjar

Dirinya memperkirakan, jika fasilitas ini didesain ulang seyogianya mampu meminimalisir kerusakan. Namun, sayangnya Iwan tak bisa menjawab bagaimana kajian sebelumnya hingga bangunan ini bak berhala alias bertahun-tahun tak difungsikan.

“Kalau pun terealisasi setidaknya anggaran pemeliharaan lebih efesien daripada sebelumnya. Bila revitalisasi ini juga berhasil, kami akan serahkan aset air mancur berlian ke Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Banjar. Nah, kalau terkait kajian sebelumnya seperti apa, itu saya tidak tahu,” tutupnya.

Reporter: Riswan Surya | Editor: Nashrullah

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular