HEADLINE9.COM, MARTAPURA – Festival Banjar 2019 selama tiga hari di Museum Nasional Jakarta jadi kesempatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar memajang produk unggulannya. Kolaborasi beberapa bidang menonjolkan komoditi favorit binaannya seperti kain sasirangan motif intan, batu mulia dan berlian serta produk kerajinan milik IKM.
Tenda milik serambi mekkah salah satu primadona. Beberapa keturunan Banjar perantauan tertarik dengan isi ruang pajang yang dibawa oleh Disperindag Banjar. Beberapa duta besar khusus datang ke stan ini membeli suvenir serta aksesoris khas Martapura. Bupati Banjar H Khalilurrahman bersama Wakil Gubernur H Rudy Resnawan cukup lama meluangkan waktu di stan Disperindag Banjar ini.
“Kalau mendengar nama Martapura, identik dengan perhiasan, kurang afdal tanpa bertanya dan melihat langsung hasil kerajinan berlian yang dibawa langsung dari Martapura,” cetus Rahma, perempuan setengah baya keturunan Banjar yang sejak lahir tinggal di Jakarta.
Diskusi perhiasan dengan para ahlinya yang langsung didatangkan oleh Disperindag Banjar ini jadi pintu komunikasi. Bisa saja lain waktu membeli atau belajar bisnis perhiasan. Kekaguman serupa juga tergambar ketika melihat motif sasirangan berlian atau intan. Dirinya baru mengetahui corak dan motif khusus tersebut telah terdaftar dalam Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) milik Pemerintah Banjar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banjar I Gusti Made Suryawati bersyukur, transaksi dalam Festival Budaya Banjar 2019 mencapai puluhan juta rupiah. Selain berlian atau intan yang tidak diragukan lagi, sasirangan dan aksesoris serta produk milik IKM Ludes dibeli tamu dan peserta halal bihalal warga Banjar.
“Produk IKM yang telah dibina berhasil memikat pembeli. Kami membantu pelatihan dan mengemas lebih menarik. Hasilnya menggembirakan.,” tutur Made Suryawati.
Festival Banjar yang diisi dengan expo potensi Kalsel 2019 telah dilaksanakan pada 19-21 Juli 2019 di Museum Nasional dan Monumen Nasional Jakarta. Agenda serupa bakal digelar saban tahun bertujuan mengenalkan budaya Banjar ke dunia. Dibuka langsung oleh Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Abdorrahman Mohammad Fachir dan Wakil Gubernur Kalsel H Rudy Resnawan.
“Festival ini adalah bagian dari menampilkan kearifan lokal, budaya lokal, tradisi lokal, citra lokal, dan potensi lokal di panggung nasional sehingga menjadi target yang arahnya ke internasional,” ujar Fachir.