headline9.com, HULU SUNGAI SELATAN – Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Muhammad Syarifuddin secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan. Pembukaan ditandai pemukulan rebana dan digelar di Pendopo Bupati Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Jumat (13/2/2026) malam.
Musda lima tahunan ini menandai berakhirnya masa khidmat Dewan Pimpinan MUI Kalsel periode 2021–2026, mengusung tema Meneguhkan Peran Ulama untuk Mewujudkan Kemakmuran Banua dan Kesejahteraan Masyarakat, serta berlangsung pada 13–15 Februari 2026.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda, Gubernur Muhidin menyampaikan apresiasi atas dedikasi jajaran pengurus MUI selama lima tahun terakhir dalam membina umat dan menjaga kondusivitas kehidupan beragama di Banua.
Gubernur menegaskan MUI merupakan mitra strategis pemerintah, baik dalam pemberian pandangan keagamaan, menjaga harmoni sosial, maupun mendukung program pembangunan daerah. Menurutnya, Musda bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum evaluasi dan perumusan arah kepemimpinan lima tahun ke depan.
“Di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, peran ulama sangat strategis sebagai penuntun umat dan penjaga moralitas. Kepemimpinan MUI ke depan harus adaptif, bijaksana, serta tetap berpegang pada prinsip syariat dan nilai kebangsaan,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Kalsel, lanjut Muhidin, berkomitmen memperkuat sinergi dengan MUI guna mewujudkan masyarakat yang religius, sejahtera, dan berkeadilan. Ia berharap Musda XI melahirkan kepengurusan yang amanah, solid, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Panitia Pengarah Musda, Ma’ruf, menyampaikan MUI terus menjalankan peran sebagai khadimul ummah, shodiqul hukumah, dan himayatul ummah dalam bingkai NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Ia menyoroti sejumlah isu krusial daerah serta tantangan transformasi digital yang menuntut peran ulama lebih aktif dan responsif.
Musda juga diharapkan menghasilkan kebijakan dan program kerja konkret yang relevan dengan kebutuhan umat serta mendukung agenda pembangunan daerah.
Pada kesempatan tersebut, MUI Kalsel menyerahkan piagam penghargaan kepada Gubernur Kalimantan Selatan yang diterima Sekda Provinsi Kalsel sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan sinergi Pemprov Kalsel dalam pembinaan umat dan kehidupan keagamaan di Banua.
Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda Kalsel dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, perwakilan MUI Pusat, Bupati Hulu Sungai Selatan, jajaran pengurus MUI kabupaten/kota se-Kalsel, pimpinan pondok pesantren, serta tamu undangan lainnya.
















