headline9.com, BANJARBARU – Manajemen Rumah Sakit Daerah Idaman Banjarbaru melaksanakan visitasi akreditasi lembaga pelatihan sebagai bagian dari upaya memperkuat mutu pelayanan kesehatan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan, Kamis (19/2/2026).
Kegiatan visitasi digelar secara hybrid, berlangsung di aula besar gedung rumah sakit di Jalan Trikora Banjarbaru serta diikuti secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting. Visitasi dibuka langsung oleh Direktur RSD Idaman Banjarbaru, Danny Indrawardhana.
Dalam sambutannya, dr Danny Indrawardhana menegaskan bahwa akreditasi lembaga pelatihan menjadi bagian penting dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui penguatan kompetensi tenaga kesehatan.
“Visitasi akreditasi ini merupakan bentuk komitmen kami untuk terus meningkatkan mutu pelayanan sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberadaan Lembaga Pelatihan RSD Idaman diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di lingkungan rumah sakit, tetapi juga dapat mendukung kebutuhan tenaga kesehatan di wilayah Banjarbaru dan sekitarnya.
“Melalui proses akreditasi ini, kami berharap lembaga pelatihan RSD Idaman mampu memberikan manfaat tidak hanya bagi internal rumah sakit, tetapi juga bagi kebutuhan tenaga kesehatan, khususnya di Kota Banjarbaru,” tambahnya.
Menurutnya, akreditasi tersebut merupakan langkah strategis untuk membangun sistem pengembangan SDM kesehatan yang berkelanjutan dan terintegrasi. Dengan SDM yang kompeten, kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat diharapkan semakin meningkat.
Dalam kegiatan tersebut, pemaparan materi serta dokumen akreditasi disampaikan oleh Tim Lembaga Pelatihan RSD Idaman yang diketuai M Hadarani. Tim mempresentasikan berbagai aspek kesiapan lembaga pelatihan, mulai dari sistem manajemen pelatihan, kurikulum, hingga dukungan sarana dan prasarana pembelajaran.
Sementara itu, proses visitasi dan penilaian dilakukan oleh asesor dari Direktorat Mutu SDM Kesehatan pada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yakni Dian Rahayu Pamungkas.
Penilaian difokuskan pada kesiapan lembaga pelatihan dalam memenuhi standar yang ditetapkan, termasuk tata kelola kelembagaan, kualitas program pelatihan, kompetensi instruktur, serta efektivitas sistem evaluasi pembelajaran.
Melalui proses visitasi akreditasi ini, RSD Idaman Banjarbaru berharap lembaga pelatihan yang dimiliki dapat memperoleh pengakuan resmi sekaligus menjadi pusat pengembangan kompetensi tenaga kesehatan yang berkualitas dan profesional. Upaya tersebut juga sejalan dengan komitmen rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang berorientasi pada keselamatan dan kepuasan masyarakat.

