headline9.com, BANJARBARU – Rumah Sakit Daerah Idaman Banjarbaru menerima kunjungan kerja koordinasi dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Banjarbaru, Kamis (5/2/2026), dalam rangka memperkuat pelayanan kesehatan bagi warga binaan pemasyarakatan.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan sinergi antarinstansi untuk memastikan akses layanan kesehatan yang optimal, berkelanjutan, dan sesuai ketentuan perundang-undangan bagi warga binaan lapas.
Rombongan Lapas Kelas IIB Banjarbaru dipimpin Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Rifaldi Shandri Akbar. Kedatangan mereka disambut Kepala Bidang Pelayanan RSD Idaman Banjarbaru, Sugondo, didampingi Kepala Instalasi Rawat Jalan, Erly Marlina.
Dalam forum koordinasi tersebut, kedua pihak membahas penguatan nota kesepahaman atau MoU sebagai dasar kerja sama pelayanan kesehatan antara lapas dan rumah sakit. Pembahasan juga mencakup penyesuaian prosedur teknis rujukan pasien agar lebih efektif, cepat, dan terkoordinasi dengan baik, terutama bagi warga binaan yang membutuhkan penanganan lanjutan di rumah sakit.
Sugondo menegaskan komitmen RSD Idaman Banjarbaru dalam mendukung pemenuhan hak kesehatan bagi warga binaan pemasyarakatan.
“RSD Idaman siap memberikan pelayanan kesehatan dan rujukan medis sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Melalui koordinasi ini, kami berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan, sehingga pelayanan kesehatan bagi warga binaan dapat berjalan lebih optimal, aman, dan manusiawi,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Lapas Kelas IIB Banjarbaru menyampaikan apresiasi atas dukungan serta keterbukaan RSD Idaman Banjarbaru dalam menjalin komunikasi dan koordinasi lintas sektor demi peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi warga binaan.
Melalui kegiatan koordinasi ini, kedua instansi berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat semakin diperkuat. Sinergi antara RSD Idaman Banjarbaru dan Lapas Kelas IIB Banjarbaru diharapkan mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang terpadu, profesional, serta berorientasi pada keselamatan pasien, termasuk bagi warga binaan yang membutuhkan penanganan medis lanjutan.

