headline9.com, BANJARBARU – Rumah Sakit Daerah Idaman Banjarbaru terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan, khususnya pada layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), dengan fokus pada penanganan bayi baru lahir melalui optimalisasi layanan neonatologi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan audiensi pengampuan KIA selama dua hari dengan menghadirkan tenaga ahli dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, yakni Rinawati Rohsiswatmo dan Ns. Meilana Kusuma Dewi.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemantauan, tetapi juga menjadi sarana peningkatan keterampilan tenaga medis secara langsung di lapangan, guna memastikan pelayanan berjalan optimal dan sesuai standar rumah sakit.
Direktur RSD Idaman Banjarbaru, Danny Indrawardhana, mengatakan pelatihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik, khususnya bagi bayi baru lahir.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap kapasitas SDM semakin meningkat dan mampu menjawab kebutuhan pelayanan masyarakat, khususnya di bidang neonatologi,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama dalam pemenuhan sarana dan prasarana medis. Namun, pihaknya berkomitmen untuk melengkapi kebutuhan tersebut secara bertahap.
“Tantangan tentu ada, terutama dari sisi peralatan. Namun secara bertahap akan kami lengkapi agar pelayanan bisa berjalan maksimal,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Juhai Triyanti Agustina, menyampaikan bahwa penguatan layanan KIA kini didukung tenaga spesialis, yakni Lenny Syntia Dewi.
Menurutnya, kehadiran tenaga ahli tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kemampuan rumah sakit dalam menangani kasus neonatal berisiko tinggi.
“Pengampuan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam menekan angka kematian ibu dan bayi melalui peningkatan kompetensi tenaga medis,” jelasnya.
Dengan bergabungnya dr. Lenny Syntia Dewi, layanan KIA di RSD Idaman kini diperkuat oleh tim medis profesional yang terdiri dari empat dokter anak, termasuk tiga dokter subspesialis, serta empat dokter spesialis kandungan.
Kegiatan audiensi ini juga diikuti oleh tenaga medis RSD Idaman, mulai dari dokter umum, perawat hingga bidan. Materi pelatihan meliputi resusitasi neonatus, Pelatihan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK), serta pelatihan Neonatal Intensive Care Unit (NICU).
Melalui penguatan kapasitas SDM dan dukungan tenaga ahli, RSD Idaman Banjarbaru optimistis dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan.






