Jumat, April 4, 2025
BerandaSDN Sungai Pinang Lama, Kondisinya Sangat Memprihatinkan. Bantuan Pemkab Banjar  Sangat Dinantikan.

SDN Sungai Pinang Lama, Kondisinya Sangat Memprihatinkan. Bantuan Pemkab Banjar  Sangat Dinantikan.

HEADLINE9.COM, MARTAPURA-Sektor Pendidikan, menjadi salahsatu visi dan misi Bupati Banjar H Khalurrahman , namun ditengah padatnya pembangunan untuk menunjang bidang pendidikan, akan tetapi hal itu tidak turut dirasakan oleh SDN Sungai Pinang Lama, hal ini terlihat dari minimnya fasilitas standar belajar dan mengajar di sekolah tersebut.

Terlihat dari halaman SDN Sungai Pinang Lama dipenuhi dengan rumput liar yang sangat tebal, sedangkan sejatinya halaman sekolah merupakan satu akses penting dalam hal kegiatan para siswa.

Bukan hanya halamnya, SDN Sungai Pinang yang ada  di Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar ini lantainya yang sudah rusak parah, dan kerap membuat siswa terperosok.

Hal itu pun terlihat pada Senin (24/2/2020)  dilokasi SDN Negeri Sungai Pinang, hari itu pun para siswa dan siswi SDN Sungai Pinang Lama tidak dapat melaksanakan upacara bendera seperti biasanya, lantaran halaman masjid yang biasa digunakan untuk numpang upacara bendera sedang direnovasi, sedangkan halaman sekolahnya penuh dengan ilalang dan masih tergenang air.

BACA JUGA :  APBDes Berbasis Sanitasi Dinilai Memberatkan Desa, Berikut Keluhannya

Mestinya Sebagai salah satu tempat menimba ilmu sudah seharusnya sekolah menjadi tempat yang nyaman untuk para siswanya

Salah seorang wali murid, Nursehat menyampaikan, bahwa dirinya sering melihat murid bahkan anaknya sendiri terperosok saat berjalan di depan teras kelas, lantaran kondisinya yang berlubang-lubang.

“Khawatir mas, Terasnya ini kan berlubang-lubang kadang sampe ada yang terperosok. Kita cuma bisa berharap ada perbaikan,” harapnya.

Selain teras depan kelas yang berlubang-lubang, kondisi serupa juga terlihat di dalam kelas yang aktif digunakan untuk belajar dan mengajar kondisinya hampir serupa akan tetapi sedikit lebih mengkhawatirkan, lantaran dari lubang-lubang itu menjuntai kawat yang bisa melukai siswa dan siswinya.

Tidak hanya itu, kondisi meja dan kursi yang telah lapuk termakan usia menyebabkan salah satu kelas terpaksa melakukan aktivitas belajar di lantai.

Salah seorang guru yang mengajar saat itu, Masnur menuturkan, dirinya merasa lebih aman untuk muridnya belajar di lantai lantaran kondisi meja dan kursi yang lapuk dan hampir roboh lebih membahayakan apabila dipergunakan.

BACA JUGA :  Kuota Cukup, Distribusi Lancar, Kenapa Harga Gas Elpiji Sering Mahal? Berikut Solusi Dinas Perdagangan Banjarbaru

“Lebih baik di lantai. Kalau pakai meja dan kursi takutnya ada yang terjatuh karena meja dan kursinya sudah lapuk,” ungkap Masnnur.

“Kita hanya bisa berharap, lanjut Masnur, semoga ada perhatian dari Pemerintah juga pihak lain yang tergerak hatinya dengan keadaan sekolah kami,” pungkasnya

Sementara itu Kepala Sekolah SDN Negeri Sungai Pinang Rabbani menuturkan,  kondisi sekolah yang dipimpinnya itu terkesan hidup segan mati tak mau, jumlah muridnya pun sangat sedikit sehingga menyulitkan untuk mendapatkan bantuan, akses jalan menuju sekolah itupun sangat sulit dilewati mobil besar.

“Katanya kalau menyerahkan bantuan kesini memerlukan biaya yang sangat banyak, ditambah jumlah murid kami yang sedikit, hanya 41 siswa sehingga tidak menjadi prioritas dinas,” ucapnya.

Dikatakannya, sebanyak 3 kelas yang kondisi lantainya mengalami rusak parah, tak jarang ada siswa yang terkena musibah saat bermain dalam kelas.

“Kaki mereka ada yang terkena kawat. Itu sering terjadi,” katanya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular