Jumat, April 4, 2025
BerandaBanjarbaruPelepasan Pasien Di Bapelkes Oleh Gubernur Kalsel,13 Pasien Dinyatakan Sembuh

Pelepasan Pasien Di Bapelkes Oleh Gubernur Kalsel,13 Pasien Dinyatakan Sembuh

HEADLINE9.COM,BANJARBARU – Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor melepas kembali 13 pasien karantina khusus yang dinyatakan sembuh di Aula Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi, Jum’at (12/6/2020) pagi.

Pasien tersebut dinyatakan sembuh setelah menjalani dua kali tes swab dan diperbolehkan pulang. Pelepasan tersebut merupakan yang kedua kalinya, karena hari sebelumnya,Kamis (11/6/2020) juga dilakukan acara yang sama terhadap 26 pasien sembuh.

Kepada peserta karantina khusus, gubernur menyampaikan ucapan selamat dan mengingatkan agar mereka tetap menjalankan protokol kesehatan.

“Selamat bertemu keluarga masing- masing di rumah. Tetaplah gembira dan bahagia dalam menjalani hidup agar terhindar dari paparan virus corona ini,” ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kalsel itu.

BACA JUGA :  Pasca Banjir Infrastruktur Bidang SDA Mengalami Kerusakan Di 12 Titik

Gubernur berpesan agar mereka menjaga imunitas tubuh. Caranya dengan rajin berolah raga dan makan makanan bergizi .

“Dianjurkan banyak olahraga dan makan makanan bergizi. Yang bergizi tidak perlu yang mahal. Cukup dengan mengonsumsi sayuran dan buah yang harganya murah,” Ujar Paman Birin, sapaan khasnya.

Usai acara, kepada wartawan gubernur berharap agar pasien yang sembuh semakin bertambah.

Paman Birin Menyebutkan bahwa Pemprov Kalsel, sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengobati pasien yang terpapar Covid-19. “Ini berkat usaha dari tenaga medis yang merupakan garda terdepan dalam merawat pasien Covid-19, sehingga hari ini pasien yang sembuh bisa dipulangkan ke rumahnya dan bisa berkumpul bersama keluarga,” Pungkasnya, usai memberikan 1 paket sembako kepada masing-masing 13 orang yang sembuh itu.

BACA JUGA :  Stok Oksigen RSD Idaman Sampai 3 Bulan Kedepan
Penyerahan Sembako Oleh Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor

Kemudian Wakil Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq menambahkan pentingnya sanksi agar protokol kesehatan dapat efektif dijalankan.

Pihaknya juga akan mengevaluasi wilayah yang warganya mulai berkumpul menjalankan kegiatan bersama.

“Nanti akan kita evaluasi di kampung-kampung. Ini sedang disusun aturan untuk penguatan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi). Salah satunya adalah membentuk Kampung Tangguh Banua. Masih banyak yang harus kita kerjakan dengan kondisi masyarakat seperti ini, protokol sudah kita siapkan dan didalamnya ada sanksi yang harus diterapkan, karena protokol tanpa sanksi mungkin kurang efektif,” tandasnya.(Ptr)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular