Jumat, April 4, 2025
BerandaBanjarDiduga, Karhutla di Sungai Batang Disengaja

Diduga, Karhutla di Sungai Batang Disengaja

headline9.com, MARTAPURA – Warga desa Sungai Batang Kecamatan Martapura Barat geger, pasalnya api berkobar di kawasan lahan dan hutan terjadi pada Minggu (18/9) pukul 13.29 Wita siang.

Besar kemungkinan, kebakaran lahan tersebut disengaja oleh seseorang, hanya saja sampai saat ini masih belum diketahui siapa pelaku pembakaran hutan dan lahan tersebut.

Menurut warga setempat Irwan, peristiwa kebakaran tersebut baru ia ketahui ketika ingin pulang dari penangkaran ikannya untuk melaksanakan shalat Jum’at.

“Ketika saya melintasi, dari kejauhan saya lihat ada seseorang yang dengan sengaja membakar lahan. Ketika saya kejar, orang tersebut langsung kabur menggunakan motornya,” ujar Irwan kepada awak media di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Jum’at (18/9/2020).

BACA JUGA :  Bupati Banjar Divaksin Covid-19

Akibat perbuatan orang yang tak bertanggungjawab itu, api dengan cepat membesar, terlebih cuaca sangat panas disertai angina lumayan.

“Saat saya mencoba memadamkan titik awal api, ternyata tak jauh dari situ ada lagi satu titik api yang berkobar dan dengan cepat menyebar. Saya pun langsung menghubungi pihak Babinsa untuk menginformasikan peristiwa tersebut, sembari berusaha memadamkan api bersama warga sekitar yang datang membantu,” jelas Irwan.

Menurutnya, kebakaran lahan di kawasan tersebut memang kerap terjadi saban tahun.

Setelah mendapatkan informasi itu, Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Regu II – Posko Martapura Barat dilengkapi dengan sejumlah alat pemadam kebakaran seperti Alat Kepyok, dua unit mobil trucuk tangki, satu unit mobil pickup, dan mesin Alkon jinjing bersama pemadam kebakaran dan tim relawan lainya pun langsung diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan kobaran api yang kian meluas melahap lahan rawa yang kering karena musim kemarau.

BACA JUGA :  Eksekutif Abaikan Rekomendasi, Rofiqi Ancam Tak Teken APBD 2021

Hingga pukul 16.00 Wita, api masih belum dapat dikuasi dan menyebar menjadi beberapa titik hotspot.

Selanjutnya, upaya pemadaman pun didukung melalui udara menggunakan Helikopter Water Bombing dari BPBD Provinsi Kalimantan Selatan. Si jago merah yang diperkirakan melahap sekitar 5-6 Hektare lahan tersebut, akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.35 Wita. (lnt)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular