Oleh: Maulida Hasna
Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Muhammadiyah Malang
HEADLINE9.COM, BANJARMASIN – Perkonomian Indonesia dibuat hampir lumpuh akibat dari pandemi Covid-19 yang masih marak hingga sekarang. Dengan berhentinya aktivitas sosial untuk memutus mata rantai virus ini malah berdampak kepada perekonomian masyarakat hingga negara. Untuk mengatasi hal ini pemerintah Indonesia perlu meningkatkan kegiatan investasi untuk mengolah potensi ekonomi menjadi kekuatan ekonomi riil dengan menggunakan serta memanfaatkan modal yang berasal dari modal asing yang ditanamkan di domestik/daerah. Menurut pandangan disiplin ilmu Hubungan Internasional, perkembangan industri dan tindakan investasi dapat distimulus dengan adanya kerjasama luar negeri yang tidak hanya dilakukan oleh pemerintah pusat saja, namun juga bisa dilakukan oleh pemerintah daerah (Paradiplomasi).
Paradiplomasi merupakan suatu tindakan diplomasi yang mengacu pada kerjasama luar negeri atau kemitraan antar daerah nasional dengan internasional. Dimana kerjasama tersebut bersifat umum dan mencakup berbagai sektor, seperti pendidikan, kebudayaan, hingga sosial-ekonomi.
Paradiplomasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah Banjarmasin Dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2017 lalu yakni masih sebatas paradiplomasi di bidang pendidikan bersama dengan pemerintah daerah Queensland-Australia.
Dimana kerjasama ini dilakukan pada bidang pendidikan vokasi dan pelatihan bahasa. Dikarenakan skema paradiplomasi di Provinsi Kalimantan Selatan masih berjalan cukup rendah di tahun-tahun sebelumnya dan hanya berfokus pada kerjasama pendidikan saja, maka dengan adanya ketentuan peraturan pemerintah pusat pada skema Ease Of Doing Business (EODB) pada tahun 2020 lalu, Pemprov Kalsel memiliki komitmen yang tinggi untuk memajukan struktur kerjasama paradiplomasinya bersama dengan daerah-daerah dari negara luar yang hendak bermitra dengan Pemerintah Daerah Banjarmasin-Kalsel.
Peluang kegiatan paradiplomasi yang sedang dalam tahap perencanaan yakni seperti kerjasama Pemda Kota Banjarmasin dan Pemprov Kalsel yang telah direncanakan bersama dengan Jerman untuk membangun pusat daur ulang sampah dengan menciptakan Detail Engineering Design (DED) sebagai program sustainable development atau pembangunan jangka panjang berkelanjutan yang proaktif terhadap lingkungan. Kemudian juga ada program Pemprov Kalsel yang sedang berada pada tahap perencanaan joint venture dalam skema investasi sektor perdagangan, flywood, dan furniture bersama perusahaan-perusahaan Queensland-Australia.
Selain tahapan perencanaan, program paradiplomasi ini juga memuat ajang promosi investasi sektor PLTA yang membuat Australia berminat karena kerjasama yang dilakukan memiliki legalitas dan akan dinaungi oleh Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).
Lalu pada bidang kesehatan ada program kerja Pemprov Kalsel yang masih dalam tahap perencanaan kerjasama dengan Nagoya-Jepang perihal sektor kesehatan dan pelatihan tenaga medis. Program kerja paradiplomasi ini sendiri berpeluang untuk meningkatkan kualitas teknologi hemodialisa (cuci darah) pada RS-RS umum di Banjarmasin.
Kemudian pada tahun 2020 lalu, pemerintah Kalsel bersama Kaltim masih berunding untuk melakukan kanal investasi bersama pemerintah pusat untuk pada akhirnya bekerjasama dengan negara-negara seperti Rusia dalam kegiatan ekspor batu bara yang dipergunakan pada proyek kereta api. Selain itu, Pemkab Banjarmasin juga telah melakukan skema perencanaan kerjasama paradiplomasi bersama dengan daerah di wilayah Korea Selatan yang berpotensi untuk melakukan investasi operasionalisasi pabrik pelet kayu di wilayah Kecamatan Mataraman. Dimana kerjasama ini diharapkan dapat membantu eksistensi para UMKM di kancah Internasional. Kemudian di sisi lain, tahapan perencanaan program ini telah mendapatkan sambutan yang baik dari Menteri Korea Forest Service (KFS) pada pertengahan tahun 2020 lalu.
Dari paparan diatas telah menjelaskan bahwa program kerja Pemprov Kalsel bersama Pemda Banjarmasin pada tahun 2020 lalu telah berada pada tahap pembukaan dan pengajuan kanal investasi potensi daerah pada negara-negara maju seperti Jepang, Rusia, Korea Selatan, Australia hingga Jerman.
Dimana menurut rational choice, tindakan paradiplomasi ini dilakukan oleh pemerintah daerah sebagai wujud dalam meningkatkan pendapatan daerah yang nantinya dapat digunakan untuk pembangunan daerah dan juga untuk mensejahterakan masyarakat daerah. Apabila ditelaah, peluang-peluang kerjasama paradiplomasi dari Pemkot/Pemkab Banjarmasin serta Pemprov Kalimantan Selatan tersebut merupakan sebuah aspek positif yang dipersepsikan bahwa kini pemerintah daerah telah memiliki kesadaran penuh untuk melakukan kerjasama paradiplomasi sebagai wujud peningkatan perekonomian lokal sekaligus untuk memperkenalkan potensi daerah pada negara-negara luar.
Selain itu, dengan adanya perkenalan potensi daerah di tahun 2020 ini, maka hal ini diharapkan dapat mengembangkan adanya investasi daerah di tahun-tahun berikutnya, yang pada akhirnya dapat meningkatkan APBD daerah yang dapat dijadikan modal utama dalam pembangunan daerah dan untuk membangun kesejahteraan masyarakat daerah.