headline9.com, BANJARBARU – Sosialisasi relokasi pedagang Pasar Bauntung, Kegiatan dilaksanakan di lokasi pasar tersebut di jl RO Ulin Kelurahan Loktabat Selatan, Kecamatan Banjarbaru Selatan di Kota Banjarbaru dilakukan.
Proses sosialisasi ini tetap menggunakan protokol Kesehatan, pasalnya Kota Banjarbaru saat ini masih zona merah sebaran Covid-19. Setiap orang yang datang harus cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, diukur suhu badannya, dan setelah mengisi daftar hadir juga di semprot dengan hand sanitizer dan tetap menjaga jarak.
Untuk mengisi toko di pasar tersebut, diutamakan para pedagang yang selama ini berjualan di Pasar Bauntung Lama.
Kepala Dinas PUPR Kota Banjarbaru Ir Jaya Kresna, mengatakan pasar ini dibangun diatas lahan 11,39 hektar. Dengan luasnya 1,7 hektar, didalamnya terdiri dari profil gabungan, ruko 2 lantai ukurannya 4 x 8 meter. Kemudian didalam terdapat kios ukuran 3 x 6 meter ada 133 unit, juga kios ukuran 3 x 3 meter ada 355 unit, serta plasa dan lospin, lospinnya sebanyak 420 unit dan plasa 130 unit.
“Bangunan ini dilengkapi juga dengan toilet yang berada di empat sudut pasar untuk pria dan wanita, juga dilengkapi dengan poliklinik kesehatan, dan di atas ada mushola,” ujar Jaya menjelaskan.
Kemudian Kepala Dinas Perdagangan Kota Banjarbaru, Abdul Basid, menyampaikan kegiatan Pasar Bauntung kurang lebih dimulai pada 2017 dan 2018.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak termasuk SKPD terkait, yang selama telah berperan aktif mulai dari tahap perencanaan, tahap pembangunan sampai pada hari ini kita memasuki tahap relokasi,” katanya.
Lanjutnya, relokasinya dilakukan bertahap. Setelah relokasi dilanjutkan lagi dengan kegiatan pengoprasional pasar secara keseluruhan.
Tahapan relokasi ini dimulai pada akhir 2018. Diawali dengan kesepakatan antara pemerintah kota dengan PT SNI. Dinas Perdagangan melakukan kegiatan pendataan pedagang yang disambung dengan kegiatan sosialisasi sampai di akhir 2018. Dilanjutkan dengan kegiatan pendaftaran pedagang sampai akhir Desember, adapun pedagang yang mendaftar sebanyak 1.132 orang.
Lebih lanjut kepala dinas Perdagangan menjelaskan, setelah pendaftaran pedagang, dilakukan verifikasi data dan lapangan.
“Sampai kemarin, yang mendaftar ulang sebanyak 238 orang pedagang, dan kita berikan penempatan sesuai zona si dagangan termasuk nomor urut dagangnya,” lanjutnya.
Pembangunan Pasar Bauntung yang baru ini diharapkan menjadi motor penggerak, pengungkit ekonomi masyarakat, bukan hanya bagi pedagang tapi juga untuk masyarakat Banjarbaru keseluruhan. Kedua, diharapkan pasar ini menjadi sebuah ikon bagi kota Banjarbaru.
Dalam konsepnya perlu dilakukan penyesuaian dari pola pasar rakyat secara umum berlaku saat ini menjadi pengelolaan pasar secara modern.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru H Said Abdullah, menyampaikan kegiatan sosialisasi rencana merelokasi Pasar Bauntung ketempat yang baru, jadi pasar Bauntung yang lama pindah ke Pasar Bauntung yang baru. Ada 238 pedagang yang akan menempati toko, los, kios dan sebagainya. (nsh)