Peduli Sanitasi Sehat, Warga Sungai Landas, Karang Intan Bongkar Sendiri Jamban Terapung

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print
Share on reddit
Reddit

HEADLINE9.COM, MARTAPURA – Program pengentasan jamban terapung di Desa Sungai Landas Karang Intan cukup sukses. Setelah menerima pembangunan bilik individual di rumah masing-masing, warga pemilik bilik terapung mulai membongkar sendiri.

Sebanyak 7 jamban terapung yang masih tersisa secara resmi kemarin (6/11) siang dibongkar sendiri oleh warga. Dari data yang berhasil dihimpun, warga yang memiliki WC di rumah sebanyak 340 unit dari 370 kepala keluarga.

Adapun warga yang tidak belum menikmati toilet pribadi, masih disediakan ruang dari warga sekitar, yaitu menumpang ke sebelah rumah khusus yang berdekatan rumah sebelum diberikan bantuan oleh pemerintah.

”Kita tetap melakukan pendekatan terlebih dahulu kepada warga dan menanamkan kesadaran tentang buang air sembarang sangat tidak sehat, kesadaran harus dari mereka,” kata Plt Camat Karang Intan Syahruji di Sungai Landas, Karang Intan, , kemarin.

BACA JUGA :  Bukan Saja Jalur Darat... Jemaah Haul Abah Guru Sekumpul Kemungkinan dari Sungai

Menurutnya,  sungai di desa itu sudah bersih dari jamban terapung setelah dilaksanakan pembongkaran terakhir.

Jadi, seluruh penduduk desa sungai landas berjumlah 1201 jiwa dari 370 kepala keluarga telah menerapkan sanitasi sehat. Apakah masih tersisa jamban di Karang Intan? Syahruji membenarkan.

Di desa lain jamban terapung masih ada seperti Desa Mali Mali, Karang Intan, Penyambaran, Sungai Arpat, Awang Bangkal Timur, Pandak Daun, Jingah Habang Ulu, Jingah Habang Ilir, Lok Tangga, Lihung, dan Pasar Lama.

“Kalau ditotal paling 35 sampai 40 unit. Kami imbau masyarakat melalui pambakal se-Karang Intan tidak lagi menggunakan jamban terapung,” tegasnya.

Kepala Bidang Cipta Karya Galuh Tantri Narindra ikut girang dengan kesadaran sendiri warga desa Sungai Landas mau membongkar jamban terapung setelah mendapat program wc individual.

BACA JUGA :  Kabupaten Banjar Siapkan Kemungkinan PPKM

Sejatinya, ujarnya Tantri, program penghapusan jamban terapung sekadar program, ini adalah sebuah gerakan hidup sehat demi kelangsungan generasi penerus di desa masing-masing.

“Program ini sebenarnya menyadarkan masyarakat bagaimana berlaku sehat dengan tidak BAB sembarangan apalagi mencemari sungai,” cetusnya.

Tantri menambahkan, program pengentasan jamban terapung dari atas sungai bentuk kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat mulai tingkat kabupaten, kecamatan sampai desa. Tidak sekadar pemerintah menyediakan infrastruktur, tapi ada peran aktif masyarakat sendiri yang bersedia membongkar jambannya.

”Salut untuk warga Sungai Landas. Mereka sudah bisa berpikir progresif untuk kepentingan generasi penerus yang mengedapankan cara hidup sehat. Ini bukti konkrit bila program berhasil, karena mereka snediri yang bersedia membongkar. Pertama di Tambak Anyar Ulu, kini giliran Sungai Landas,” tuntasnya.(mam)

 

Baca Juga