Peduli Sanitasi Sehat, Warga Sungai Landas, Karang Intan Bongkar Sendiri Jamban Terapung

0 Shares

HEADLINE9.COM, MARTAPURA – Program pengentasan jamban terapung di Desa Sungai Landas Karang Intan cukup sukses. Setelah menerima pembangunan bilik individual di rumah masing-masing, warga pemilik bilik terapung mulai membongkar sendiri.

Sebanyak 7 jamban terapung yang masih tersisa secara resmi kemarin (6/11) siang dibongkar sendiri oleh warga. Dari data yang berhasil dihimpun, warga yang memiliki WC di rumah sebanyak 340 unit dari 370 kepala keluarga.

Adapun warga yang tidak belum menikmati toilet pribadi, masih disediakan ruang dari warga sekitar, yaitu menumpang ke sebelah rumah khusus yang berdekatan rumah sebelum diberikan bantuan oleh pemerintah.

”Kita tetap melakukan pendekatan terlebih dahulu kepada warga dan menanamkan kesadaran tentang buang air sembarang sangat tidak sehat, kesadaran harus dari mereka,” kata Plt Camat Karang Intan Syahruji di Sungai Landas, Karang Intan, , kemarin.

Menurutnya,  sungai di desa itu sudah bersih dari jamban terapung setelah dilaksanakan pembongkaran terakhir.

Jadi, seluruh penduduk desa sungai landas berjumlah 1201 jiwa dari 370 kepala keluarga telah menerapkan sanitasi sehat. Apakah masih tersisa jamban di Karang Intan? Syahruji membenarkan.

Di desa lain jamban terapung masih ada seperti Desa Mali Mali, Karang Intan, Penyambaran, Sungai Arpat, Awang Bangkal Timur, Pandak Daun, Jingah Habang Ulu, Jingah Habang Ilir, Lok Tangga, Lihung, dan Pasar Lama.

“Kalau ditotal paling 35 sampai 40 unit. Kami imbau masyarakat melalui pambakal se-Karang Intan tidak lagi menggunakan jamban terapung,” tegasnya.

Kepala Bidang Cipta Karya Galuh Tantri Narindra ikut girang dengan kesadaran sendiri warga desa Sungai Landas mau membongkar jamban terapung setelah mendapat program wc individual.

Sejatinya, ujarnya Tantri, program penghapusan jamban terapung sekadar program, ini adalah sebuah gerakan hidup sehat demi kelangsungan generasi penerus di desa masing-masing.

“Program ini sebenarnya menyadarkan masyarakat bagaimana berlaku sehat dengan tidak BAB sembarangan apalagi mencemari sungai,” cetusnya.

Tantri menambahkan, program pengentasan jamban terapung dari atas sungai bentuk kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat mulai tingkat kabupaten, kecamatan sampai desa. Tidak sekadar pemerintah menyediakan infrastruktur, tapi ada peran aktif masyarakat sendiri yang bersedia membongkar jambannya.

”Salut untuk warga Sungai Landas. Mereka sudah bisa berpikir progresif untuk kepentingan generasi penerus yang mengedapankan cara hidup sehat. Ini bukti konkrit bila program berhasil, karena mereka snediri yang bersedia membongkar. Pertama di Tambak Anyar Ulu, kini giliran Sungai Landas,” tuntasnya.(mam)

 

0 Shares

Terbaru

Tim Gabungan Temukan 8 Dari 10 Pekerja Tambang Dalam Keaadan Tak Bernyawa.

BATULICIN, Headline9.com - Selama empat hari Tim gabungan dari TNI Polri, Basarnas, Jhonline Rescue, BPBD dan Masyarakat setempat bekerja sama untuk melakukanevakuasi terhadap 10...

Api Nyaris Bakar Rumah Dinas Bupati Banjar

Headline9.com, MARTAPURA – Lalai, nyaris saja Rumah Dinas Bupati Banjar dilalap si jago merah. Untungnya api yang mau membesar tersebut dapat dipadamkan. Kejadian berlangsung...

Ketua DPD PSI Tanbu Gelar Silaturahmi Konsulidasi Dengan 12 DPC Dan Kader

BATULICIN Headline9.com- Ketua DPD partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tanah Bumbu menggelar silaturahmi dan konsolidasi dengan seluruh DPC dan Kader dari 12 Kecamatan bertempat di...

Kapolda Tinjau Polsek Martapura Timur

HEADLINE9.COM, MARTAPURA - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan, Irjen Pol Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum meninjau kantor-kantor Polisi di Kalimantan Selatan yang terdampak banjir, Selasa...

Artikel Terkait

%d blogger menyukai ini: