1. Home
  2. »
  3. Featured
  4. »
  5. Hak Angket Stunting DPRD Kabupaten Banjar Melempem

Hak Angket Stunting DPRD Kabupaten Banjar Melempem

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit
Ketua Panitia Hak Angket Stunting DPRD Kabupaten Banjar, M Rusdi, saat dikonfirmasi atas batalnya penjemputan Ketua TP PKK Kabupaten Banjar, Nurgita Tiyas pada Kamis (25/7/2024) siang.

Headline9.com, MARTAPURA – Penjemputan Ketua TP PKK Kabupaten Banjar, Nurgita Tyas yang dijadwalkan, Kamis (25/7/2024) batal. Panitia Hak Angket DPRD Kabupaten Banjar tiba-tiba melempem.

Ditambah agenda yang dijadwalkan panitia angket pada hari ini pun juga sangat dianggap biasa oleh Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Kabupaten Banjar ini. Bahkan, janjinya untuk melakukan penjemputan ke rumah dinas juga urung dilaksanakan oleh tim Panitia Hak Angket.

Padahal seluruh panitia hak angket yang tergabung dari seluruh fraksi, di Gedung DPRD Kabupaten Banjar lantai II, Ruang Bapemperda, hadir lengkap.

Muhammad Rusdi, selaku Ketua Panitia Hak Angket DPRD Kabupaten Banjar, menegaskan kepada awak media, pemanggilan akan tetap dilakukan.

Ketidakhadiran dua orang ini termasuk Bupati dan Ketua TP PKK Kabupaten Banjar, ungkap Rusdi, sudah mengkonfirmasi tak bisa berhadir. “Waket I TPPS Banjar, Nurgita Tiyas mengabari tidak bisa hadir hari ini kalau kemarin memang absen tanpa kabar. Kalau alasannya memang tidak ada,” beber Rusdi.

BACA JUGA :  Bupati Banjar Lantik Tiga Pejabat Fungsional

Berdasarkan tata tertib (tatib) dalam hak angket pihaknya selaku panitia tak bisa serta merta memanggil secara paksa, sehingga penjemputan yang boleh dilakukan adalah secara terhormat.

Perubahan drastis ini pun, lanjut Rusdi, agar tak ingin ada kegaduhan dalam suasana rapat angket yang akhirnya memicu situasi tak kondusif.

“Secara mekanisme dan tatib kita, apabila sudah tiga kali pemanggilan tidak hadir maka akan kita dijadwalkan untuk pemanggilan keempat yakni penjemputan pada Rabu, 31 Juli 2024 pukul 15.00 Wita di kediamannya. Nanti kami bersama dengan APH (aparat penegak hukum) ke sana,” paparnya.

Sebelumnya, awal pembentukan Hak Angket di gelaran Paripurna kencang di gelaran Paripurna. Tapi, pada akhirnya rapat tersebut malah makin lemas. Ini terlihat ketika akan melakukan penjemputan kepada Ketua TP PKK Banjar, Nurgita Tiyas. Bahkan Kesannya pun nyaring bunyinya tapi malah kosong disesi terakhir pelaksanaan pada rapat itu.

BACA JUGA :  Kabupaten Banjar Kirim 101 Kafilah MTQ Rebut Juara Nasional Tingkat Provinsi

“Pembina ASN atau Bupati Banjar juga akan kita panggil pada pukul 20.30 Wita di hari yang sama. Kalau Wabub Banjar Said Idrus Al-Habsyi tadi sudah memenuhi pemanggilan,” ungkap politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Seakan dibilang hilangnya marwah legislatif karena tiga kali pemanggilan tak memberikan efek apa-apa kepada yang dipanggil? dirinya mempertegas, kalau pembentukan hak angket adalah penegakannya.

“Kami juga sudah sampaikan ke ajudan, mau datang sendiri atau kami yang datang ke sana. Artinya bukan penjemputan. Jadi, marwah siapa yang kita panggil itu semua harus hadir,” tambahnya.

Apakah pemanggilan yang dilakukan nanti sudah melebih batas dari jadwal hak angket? Rusdi secara tegas lagi menyampaikan tidak. “Memang sudah sesuai dan itu berdasarkan jadwal,” pungkasnya.

Reporter : Riswan Surya
Editor : Nashrullah

Baca Juga