Jumat, April 4, 2025
BerandaUncategorizedPejabat Lingkup Pemkot Banjarbaru Nekat Kunker Massal Saat PPKM

Pejabat Lingkup Pemkot Banjarbaru Nekat Kunker Massal Saat PPKM

HEADLINE9.COM, BANJARBARU – Masa pemberlakukan kegiatan masyarakat (PPKM) level IV tidak menahan kalangan pejabat lingkup Pemkot Banjarbaru melakukan kunjungan kerja ke luar daerah.

Tindakan pejabat publik tersebut merupakan tindakan yang ironis dan menjadi polemik bagi masyarakat. Dimana selain kepala daerah dan beberapa kepala dinas, para camat pun juga melaksanakan kunker hal ini menjadi sebutan sebagai kunker massal pejabat lingkup Pemko Banjarbaru.

Dalam hal ini, Wali Kota Banjarbaru M Aditya Mufti Ariffin menjelaskan alasannya melakukan kunker ke Surabaya.

“Jadi acara ulun ke Surabaya berkaitan rencana pembangunan liquid concentrat oxygen atau pembuatan oksigen cair, yang mana selama ini untuk bahan baku oksigen ini didatangkan dari luar Kalsel,” ujarnya.

Maka itu ia mengkomunikasikan langsung dengan PT Samator di Surabaya untuk berkerjasama melakukan pembangunan pabrik oksigen cair.

“Berdasarkan pengalaman beberapa waktu lalu ketika Covid sedang naik, kita sempat krisis oksigen, sehingga kami untuk menjaga ketersediaan oksigen berkerjasama dengan Samator gas mencoba membangun pabrik membuat oksigen cair ini di kalsel khususnya di Banjarbaru,” papar Ovie, sapaan akrabnya.

BACA JUGA :  Saidi Penuhi Panggilan Gakkumdu

Selain itu kunker juga diikuti Kadinkes Banjarbaru, Kepala BPKAD dan Kepala BPPRD.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Banjarbaru Iwan Hermawan menampik sebutan kunker massal itu, sebab menurutnya, itu hanya kebetulan dan lokasinya pun berbeda.

Dimana ia sebagai leading sektor kunker para camat, mengatakan bahwa kunjungan camat ke Nusa Tenggara Barat tidak lain karena 2 agenda.

2 agenda yang dimaksud yakni mengenai pelayanan publik berbasis teknologi informasi dan masalah inovasi daerah.

“Terkait kunker camat ke NTB memang merupakan progam kerja Diskominfo mengenai pelayanan publik berbasis teknologi informasi karena Banjarbaru dan kota Mataram sama – sama masuk program 100 kabupaten kota smart city,” jelas iwan

Disana, lanjutnya untuk melakukan komparasi atau perbandingan pelayanan publik berbasis teknologi informasi di Kota Mataram serta bagaimana Kota Mataram mampu menjadi salah satu kota di Indonesia yang nilai inovasinya sangat tinggi.

BACA JUGA :  DPRD OI Tindaklanjuti Usulan Pemkab OI

“Karena Perlu diketahui nilai inovasi daerah di Kota Banjarbaru itu berdasarkan data yang kami terima nilai nya sangat rendah untuk seluruh kabupaten kota se Indonesia, karena itu kami mengkomparasi dengan Kota Mataram. Sebab Banjarbaru sebenarnya sudah banyak inovasi yang dilakukan, tapi kenapa yang kita lakukan itu tidak ada nilainya, jadi kita ingin tahu lebih jauh terkait itu,” terangnya.

Namun ia tak menampik jika keberangkatan kunker para camat bertepatan dengan PPKM level IV, akan tetapi berdasarkan asesmen terbaru pemerintah pusat, Banjarbaru sebutnya sudah berada di level III.

“Hari kami berangkat itu berbarengan dengan pengumuman terbaru Banjarbaru sudah di level III, dan Mataram di level II,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya kata Iwan melakukan kunker sebab Pemerintah daerah Mataram sudah mengizinkan karena PPKM di sana juga sudah turun level.

Yang mana sebutnya kunker ke NTB itu sempat tertunda, hingga akhirnya dapat terlaksana, Senin (27/9) kemarin.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular