Banjarbaru, Kini Berstatus PPKM Level 3

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print
Share on reddit
Reddit

headline9.com BANJARBARU – Berstatus PPKM Level 3, Pemerintah Kota Banjarbaru gelar Rapat Koordinasi Penerapan PPKM Level 3 di Kota Banjarbaru, bertempat di Aula Gawi Sabarataan.

Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono, memberikan arahan pelaksanaan percepatan vaksinasi lansia dan anak-anak agar dilaksanakan sebaik-baiknya sehingga target vaksinasi tercapai.

“Ini adalah mengantisipasi meledaknya kasus yang terpapar Covid-19. Jangan sampai terjadi pada tahun lalu,” ucapnya.

Wartono juga memerintahkan kepada semua pihak yang terkait yaitu Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, Dinas Pendidikan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar melakukan antisipasi atas lonjakan kasus.

Seperti penambahan bed untuk pasien, sekolah-sekolah melaksanakan PTM terbatas, dan melakukan evaluasi data perkembangan masyarakat yang melakukan Isolasi Mandiri (Isoman) dengan Kecamatan dan Kelurahan, agar semua warga yang melakukan isoman mendapatkan bantuan.

“Alhamdulillah rapat koordinasi yang dilaksanakan hari ini sudah menemukan satu visi. Jadi untuk camat, lurah, RT-RW, Babinsa, bhabinkamtibmas bekerjasama untuk mendata yang sedang Isoman langsung koordinasi dengan BPBD untuk menyiapkan segala sesuatu termasuk makanan siap saji,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Banjarbaru, AKBP Nur Khamid, menyampaikan perlunya sinergi antara Lurah, TNI – POLRI dan pihak yang terkait untuk mensukseskan capaian vaksinasi lansia.

BACA JUGA :  Tekan Angka Pelanggaran, Satlantas Polres Banjar Gencarkan Razia Kendaraan

Dan untuk vaksinasi sekolah, Kapolres Banjarbaru mengusulkan agar Dinas Pendidikan memberikan reward and punishment kepada sekolah terhadap penyelenggaraan vaksinasi terhadap anak usia 6 hingga 11 tahun. Apabila sekolah yang kurang capaian vaksinasinya akan di tinjau langsung oleh Polres, Dinkes, Disdik dan Tim Vaksinasi.

Terkait penetapan Kota Banjarbaru dengan status PPKM Level 3, Kapolres berharap semua pihak bisa bersinergi, saling support, kompak, dan bersama-sama melakukan sosialisasi, jangan sampai ketika jam 11 malam masih ada cafe yang buka.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Lia Astuti, SSTP, MM dalam rapat menyampaikan capaian vaksinasi anak usia 6 hingga 11 tahun sudah mencapai angka di atas 70%. Kemudian Disdik Kota Banjarbaru juga sudah mengirim surat ke Kementerian Agama Kota Banjarbaru, agar segera  melaksanakan vaksinasi kepada siswa di Pesantren.

Dalam kesempatan lainnya, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Abu Yazid Bustami dalam rapat menyampaikan situasi kasus Covid-19 di Kota Banjarbaru saat ini. Yakni untuk jumlah kasus yang terpapar saat ini sebanyak 286 orang yang terkonfirmasi positif, sedangkan pasien yang dirawat di Rumah Sakit Daerah Idaman Banjarbaru sebanyak 62 orang. Dan untuk kematian dari Bulan Januari 2022 sebanyak 7 orang.

BACA JUGA :  Saidan Pahmi Soroti Kemacetan Yang Terjadi Di Sungai Lulut.

Untuk upaya antisipasi, Dinkes sudah melakukan koordinasi dengan Rumah Sakit Idaman maupun Swasta untuk memperhitungkan jumlah Tenaga Kesehatan (Nakes), ketersediaan obat, bed, dan kelengkapan lainnya agar bisa mengatasi lonjakan pasien covid-19.

Kemudian rapat dilanjutkan paparan dari Direktur RS Idaman melalui Kabag Tata Usaha Rumah Sakit Idaman Banjarbaru, dr. Danny Indra Wardhana. Disampaikan Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) Banjarbaru telah menambahkan kapasitas bed pasien sebanyak 51.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Banjarbaru, Zaini Syahranie menuturkan, mulai besok Gerakan Peduli Isolasi Mandiri (Garda Lima) sudah mulai disiapkan, bekerjasama dengan Camat, Lurah, dan Bhabinkamtibmas, untuk menyalurkan makanan siap saji kepada warga yang Isoman.

Naiknya PPKM Kota Banjarbaru ke level 3 berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 11 tahun 2022. Yang dimana selain Kota Banjarbaru, ada beberapa Kabupaten/Kota yang masuk dalam level 3 ini. Seperti Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tapin, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Kota Banjarmasin. (nsh)

Baca Juga