Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. Banjar
  4. »
  5. Bupati Banjar dan Wakil Hadiri Haul 32 KH Muhammad Seman…

Bupati Banjar dan Wakil Hadiri Haul 32 KH Muhammad Seman Mulia

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

Headline9.com, MARTAPURA – Bupati Banjar H. Saidi Mansyur bersama Wakilnya Habib Idrus Al Habsyie ikuti peringatan haul ke 32 KH Muhammad Seman Mulia, atau yang akrab disapa Guru Padang, di Jalan Pangeran Abdurrahman, Keraton Martapura.

Ribuan jemaah tampak khusyu memadati sepanjang jalan hingga ke rumah-rumah warga, dengan pembacaan Burdah, syair Syeich Seman, Nasyid dan doa.

H Saidi Mansyur mengatakan, sejak menjabat sebagai Wakil Bupati Banjar dan sekarang Bupati Banjar, dirinya selalu mengikuti pelaksanaan Haul Guru Seman Mulia.

”Alhamdulillah bisa istiqamah menghadiri haul. Semoga kita semua mendapat keberkahan Shohibul haul malam ini  dan diberi umur panjang sehingga bisa selalu hadir di acara yang mulia ini. Setiap tahun jemaah yang datang semakin bertambah, ini membuktikan bahwa Guru Semman Mulia merupakan ulama yang dicintai murid dan pecintanya,” ucapnya.

BACA JUGA :  Bupati Banjar Lepas 3 Kafilah ke STQ Nasional ke Maluku Utara

Sekilas tentang penuturan beberapa  ulama tentang pribadi dan sosok Guru Seman Mulia. Dikatakan Guru Bangil, Guru Padang ini ulama yang sangat dicintai masyarakat Martapura. Beliau juga  dikatakan Guru Munawwar merupakan guru yang disegani muridnya. Habib Ahmad Bafaqih menyebut Guru Semman merupakan ulama yang pandai bersyukur dan tidak pernah gelisah.

BACA JUGA :  Fatimatuzzahra Ciptakan Helm Jangklik, Prestasinya Sampai Tingkat Nasional

Sedangkan Guru Sekumpul menyebut pamannya ini adalah seorang ulama Arif Billah yang mengenal tuhan, tawadhu dan pintar menyembunyikan ilmunya. Beliau merupakan salah satu guru pembimbing rohani (Mursyid) tarekat dan merupakan khalifah dari Al Qutub Syaifullah Turki.

Sebelum meninggal beliau sempat berwasiat agar dimakamkan di Sekumpul dan berpesan agar peninggalan hartanya sepertiganya disumbangkan untuk kepentingan agama, sementara dua pertiganya untuk ahli waris dan peringatan haul beliau. (nsh)

Baca Juga