Dispersip Balangan Sebagai Penggerak Program Transformasi Layanan Perpustakaan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print
Share on reddit
Reddit

Headline9.com, PARINGIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Balangan lakukan kesepakatan kerjasama kepada beberapa Sekolah dari tingkat TK hingga SLTA, bertempat di Paringin, Kamis (22/04/2022).

Kegiatan ini langsung dimonitoring oleh Konsultan dari Perpustakaan Nasional RI, dalam kerjasama tersebut ditandai dengan nota kesepakatan terkait layanan perpustakaan keliling dan layanan perpustakaan pada LKSA Al – Tamar.

Konsultan Perpustakaan Nasional RI, Syaicho Aziz berharap Kabupaten Balangan menjadi acuan untuk Kalimantan Selatan pada program transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial tahun tahun 2022.

“Kami berharap Kabupaten Balangan ini menjadi motor untuk Kalimantan Selatan di tahun 2022 ini, sehingga bisa menginspirasi kabupaten-kabupaten lain di Kalsel karena Balangan ini sudah mulai terstruktur pelaksanaannya,” ucapnya.

BACA JUGA :  Kualitas Anyaman Bamban Desa Tanah Habang Ditingkatkan

Dia melanjutkan, setelah memonitoring kegiatan dari Dispersip Balangan ini hasilnya cukup membanggakan, karena dirasanya berbagai kegiatan sudah berjalan dari apa yang Dispersip rencanakan sebelumnya.

Selain itu, pihaknya juga siap meyakinkan kepada Perpusnas bahwa Kabupaten Balangan sudah siap mengimplementasi program transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial pada tahun 2022 ini.

Sementara Kepala Dispersip Balangan, Tamrin menjelaskan pada tahun 2022 Kabupaten Balangan melalui Dispersip ini mendapatkan kepercayaan dari Pemprov dan pusat, menjadi salah satu kabupaten di Kalimantan Selatan yang menerapkan perpustakaan berbasis inklusi.

BACA JUGA :  Ekspose Masterplan Kota Paringin Digelar

“Ini adalah sebuah penghargaan sekaligus tantangan bagi kami, agar bisa melakukan program ini dengan betul-betul dapat membangkitkan ekonomi kerakyatan,” jelas Tamrin.

Menurut dia, perpustakaan berbasis inklusi adalah bagaimana untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan melalui perpustakaan, seluruh informasi yang bersumber dari buku maupun literasi yang ada akan diterapkan di Kabupaten Balangan.

“Ke depan kami juga melakukan beberapa kerjasama dengan stakeholder seperti hari ini dengan dinas pendidikan dan Kemenag melalui sekolah, yaitu untuk meningkatkan SDM menuju ke arah SDM yang lebih unggul,” tuturnya. (Ald)

Baca Juga