Rumah Nyaris Roboh di Banjarmasin, Akibat Pondasi Ambruk

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print
Share on reddit
Reddit
MIRING - Kondisi rumah yang miring akibat Pondasi ambruk. FOTO - istemewa

Headline9.com, BANJARMASIN – Peristiwa rumah nyaris ambruk kembali terjadi di Kota Banjarmasin, pada Minggu (24/4/2022) dinihari. Kali ini terjadi tepatnya di Jalan Mahatama Raya VI RT 25 Kelurahan Tanjung Pagar, Banjarmasin Selatan.

Bangunan berlantai dua itu dari luar terlihat miring beberapa derajat. Sedangkan sebagian lantainya menggembung akibat pondasinya sudah ambruk.

Muhammad Asyif (58), ayah si pemilik rumah mengatakan, ambruknya pondasi bagian belakang bangunan ini terjadi sekitar pukul 02.00 Wita.

Karena bangunan tersebut bersebelahan dengan rumahnya, tentu saja saat kejadian terdengar suara bergemuruh dari bangunan.

“Suara seperti akan runtuh dinihari itu,” cerita Asyif.

Dilanjutkan pria itu, bangunan berlantai dua tersebut merupakan tambahan atau sambungan dari rumah anaknya.

BACA JUGA :  MTQ XXXIII Tingkat Provinsi Digelar Secara Virtual

Rumah sang anak sebenarnya berada di jalur V, karena memiliki tanah lebih, makanya bangunan tersebut didirikan memanjang ke jalur VI sejak setahun belakangan.

“Memang bangunannya belum selesai, untuk pondasi, kamar dan ruangan sudah ada, cuma masih belum ada pintu dan jendelanya, belum dicat juga,” terang Asyif.

Belum sempat meneruskan pembangunan, insiden tak terduga itu justru terjadi.

Namun Asyif bersyukur, tidak ada korban jiwa yang diakibatkan dari ambruknya sebagian pondasi bangunan itu.

“Tadi subuh dari BPBD kota Banjarmasin sudah datang mengecek apa yang terjadi, kalau saran mereka memang harus dirubuhkan lagi, takutnya kalau dibiarkan tanah akan semakin bergeser, dan yang terburuk makin ambruk lalu menimpa rumah di sebelahnya,” ucap Asyif.

BACA JUGA :  Minimal 50 Persen Lahan Pasayangan Tanam Dua Kali

Dengan demikian, kata Asyif, sang anak akan merombak bangunan yang rencananya akan difungsikan sebagai ruang kerja itu.

Ia sendiri menduga, tanah tempat bangunan berdiri menjadi tidak labil karena banjir di awal 2021 lalu.

“Di daerah sini memang terendam cukup lama, sekitar 15 harian air tidak surut, mungkin karena faktor itu juga,” tukas Asyif.

Ambruknya sebagian pondasi rumah di Jalan Mahatama Raya VI ini menandai insiden ketiga bangunan ambruk di kota Banjarmasin.

Baca Juga