Ooh…! Ternyata Kontes Durian di Mandikapau Barat Event Kelima. Berikut Daftar Pemenang dan Janji Kementerian

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print

HEADLINE9.COM, MARTAPURA – Kabupaten Banjar salah satu sentra produksi durian Kalimantan Selatan. Durian tersebar di enam kecamatan yaitu Karang Intan, Aranio, Simpang Empat, Pengaron, Sambung Makmur, dan Sungai Pinang. Khusus Kecamatan Karang Intan, daerah ini terkenal sebagai daerah penghasil durian terbesar di Banjar.


Selasa (22/1) siang, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Banjar bekerja sama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjar serta Desa Mandikapau Barat Kecamatan Karang Intan melaksanakan kontes Durian yang kelima berlokasi di Wisata Danau Tamiang Desa Mandikapau Barat. Kontes durian tahun ini dipadukan dengan gelar buah Eksotik Banjar yang terdiri dari kerabat manga, kerabat jeruk, Kerabat nangka, Kerabat Manggis, kerabat duku, kerabat rambutan, kerabat mentega, kerabat rambat, dan buah eksotik banjar lainnya.


Turut berhadir dalam acara ini pihak Kementerian Pertanian RI. yakni. Dr. Ir. Sarwo Edhy, selaku Direktur Buah dan Florikultura, Prof. Dr. Ir. Erizal Jamal, M.Si selaku Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian, serta Ir. Tommy Nugraha, MM selaku Kepala Subbidang Tanaman Buah. Selain itu juga di Hadiri orang nomor satu di Kalimantan Selatan dan di Kabupaten Banjar, yakni Gubernur Kalimantan Selatan. H. Sahbirin Noor beserta Bupati Banjar. KH. Khalilurrahman beserta istri, serta Kepala Dinas TPH Provinsi Kalsel Ir.H.Syamsir Rahman,MS didampingi oleh Kepala Dinas TPH Banjar Ir. Muhammad Fachry, MP.


Sahbirin Noor dalam sambutannya menyampaikan, di Mandikapau banyak tumbuh durian yang luar biasa dan bisa menjadi durian khas Kalimantan Selatan. Dirinya beserta jajaran siap bersinergi dan berkomunikasi dengan pihak kementerian pertanian untuk mengembangkan Durian.
Khalilurrahman juga mengatakan, bahwa Kabupaten Banjar kaya akan sumber daya genetik buah lokal yang keberadaannya mulai langka. Oleh sebab itu perlu upaya pelestarian, mengingat buah lokal/eksotik banjar merupakan kekayaan plasma nuftah yang harus dilestarikan guna untuk mewujudkan Kabupaten Banjar Sejahtera dan Barokah.

Sarwo Edhy mencatat, setidaknya 11 varietas durian Banjar yang berhasil dicicipi dengan rasa luar biasa. secara agroklimat di Kabupaten Banjar durian dapat di kembangkan untuk menjadi komoditas andalan. Ia berharap, sinergi antara pusat dan daerah terus dilakukan, Karena Kementerian Pertanian sedang menggalakkan pengembangan hortikultura baik itu buah, tanaman hias, tanaman obat, maupun sayuran. Dukungan dari Kementan baik berupa benih, alsintan, saprodi, maupun bantuan pasca panen.


Sementara itu, HM Fachry menyatakan, Kontes durian ini sebagai sarana untuk mendapatkan varietas-varietas durian lokal yang. Memiliki sifat unggul untuk didaftarkan ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman Selain itu kontes ini juga sebagai sarana promosi destinasi wisata sehingga lokasi tersebut bisa menjadi agrowisata, serta untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, sehingga berdampak terhadap peningkatan ekonomi setempat.
Fachry, mengatakan bahwa saat ini kabupaten Banjar memiliki 3 durian lokal unggul nasional, seperti Si Japang, Si Hijau, dan Si Dodol. Saat ini juga sedang didaftarkan 9 varietas durian lainnya, seperti Si Kolam, Si Pengantin, Bamban Birin, Si Gantang, Si Dodol Mascinta, Si Idangan Biih, Si Penyangat, Si Kuning Janar, dan Si Hintalo.
Berdasarkan hasil dewan juri kontes durian, ada enam juara, yaitu Si Lasung dari Desa Biih, Si Tempaga dari Desa Biih, Si Waluh dari Desa Mandikapau Timur, Si Taruna dari Desa Biih, Si Kanas, dari Desa Mandikapau Timur, dan Si Elang Dari Desa Mandikapu Barat. Pemenang diberikan hadiah uang pembinaan, trofi, dan piagam penghargaan serta di daftarkan ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman sebagai varietas unggul.

Penulis : Novie Dinas TPH Banjar

Baca Juga