Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. Balangan
  4. »
  5. 2023, Kabupaten Balangan Perbaiki 116 Sekolah

2023, Kabupaten Balangan Perbaiki 116 Sekolah

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

headline9.com, BALANGAN – Sebanyak 116 sekolah di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, dilakukan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kenyamanan belajar bagi para guru maupun para murid.“Tahun ini kami akan melakukan perbaikan pada 116 sekolah di Balangan,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balangan H Abiji saat dikonfirmasi, Jum’at (7/7/2023).

Abiji menuturkan dengan dilakukan perbaikan tersebut, diharapkan menambah kenyamanan bagi anak didik dan pengajar untuk melaksanakan aktivitas proses belajar mengajar dengan lebih baik.

Abiji melanjutkan, untuk sekolah yang dilakukan perbaikan sebanyak 116 sekolah dari tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), tiap sekolah dilakukan perbaikan sesuai dengan keperluan.

BACA JUGA :  Jelang Iduladha, Pemprov Kalsel bersama Pemkab Balangan Balangan Gelar Pasar Murah

Abiji menambahkan, bahwa sekolah rusak yang mendapatkan perbaikan sesuai dengan usulan yang dilakukan sebelumnya oleh pihak sekolah, sehingga anggaran yang diberikan juga disesuaikan dengan kerusakan.

“Sifatnya rehabilitasi yaitu perbaikan, bukan pembangunan total,” tambah Abiji.

Diketahui, beberapa waktu lalu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balangan juga melakukan perubahan status sekolah swasta menjadi negeri untuk tingkat TK/PAUD.

BACA JUGA :  Ribuan Santri TPA BKPRMI Balangan Ikuti Khataman

Terpisah, Kepala SDN Papuyuan Subandi mengatakan saat ini ada empat lokal yang digunakan, karena untuk kelas dua dan tiga tidak ada murid.

Subandi mengungkapkan kondisi bangunan SDN Papuyuan juga cukup sangat memprihatinkan, terlebih pada lokal kelas satu sebagian lantai kelas ada yang berlubang.

“Atapnya juga sudah berlubang, teras juga banyak yang berlubang kami pun meletakkan kayu seadanya agar tidak ada yang terperosok, kami juga ingin mengajukan perbaikan sekolah namun jumlah murid sangat minim,” ungkapnya

Baca Juga