Headline9.com, MARTAPURA – Insentif guru honorer yang ditanggung Pemerintah Kabupaten Banjar tahun 2024 hanya naik kisaran Rp50 ribu. Pembayarannya pun dilakukan per 3 bulan, totalnya Rp150 ribu.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar, Gusti Abdurrachman (Antung Aman), menganggap, angka ini terlalu kecil bagi penggiat pendidikan. Bahkan, insentif tersebut dinilai tak masuk akal bagi mereka melihat kebutuhan hidup juga terus merangkak naik.
“Jadi, dari Disdiknya yang aktif mengusulkan. Nah, kita di dewan ini yang menggetok (menyetujui). Kalau tak diusulkan ya bagaimana,” ujarnya, usai menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Rabu (7/12) petang.
Menurut politisi senior dari Partai Golkar itu, idealnya pemberian insentif tahun 2024 angka kenaikannya sebesar Rp100 ribu. Ketimbang, menunaikannya hajat orang banyak dengan alokasi sekitar Rp50 ribu.
“Jadi rata-rata guru TK Al Quran digaji memang per bulan Rp150 ribu bahkan Rp100 ribu. Tetapi, ada lagi insentifnya yang diberikan dari Disdik yakni sebesar Rp150 ribu namun hanya bisa diambil per triwulan alias tiga bulan sekali,” ucap Antung Aman.
“Kami juga menghendaki insentifnya naik Rp100 ribu sehingga totalnya Rp250 ribu. Kalau naiknya hanya Rp50 ribu kita melihat lagi kebutuhan saat ini jauh dikatakan cukup bagi mereka,” tambah lagi.
Meski ada kebijakan wajib mengalokasikan pemberian insentif lewat Dana Desa, namun, hal itu tak cukup kuat dalam memenuhi hak dan kebutuhan mereka sebagai penggiat pendidikan hal ini adalah guru ngaji.
“Tetapi sekali lagi, tergantung pembakal (kepala desa-red) karena dana desa itu tidak merata kecuali yang memperkuat itu adalah instruksi bupati,” paparnya.
Berkaca dari Kota Banjarbaru, rata-rata guru ngaji TK Al Quran di sana sudah mendapat kenaikan insetif. Dalam RDP pun sempat alot menjadi pembahasan.
“Biar Disdik atau SKPD mana pun yang menjadi mitra kami jangan berpikir anggaran sekian. Terpenting itu, berapa jumlah penganggarannya,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar, Liana Penny, mengungkapkan, kenaikan gaji PNS yang naik sebesar 8% di tahun 2024 memang merata dilakukan seluruh Indonesia.
“Yang jelas ada tambahan insentif untuk Kepsek, Korwil kemudian pengawas sekolah. Kalau kenaikan gaji PNS juga memang berlaku se Indonesia,” tuturnya.
Pemberian insentif ini dipastikan menggunakan alokasi dari APBD, termasuk guru agama. Namun, mereka yang berhak mendapatkan utamanya bersertifikasi.
“Kita punya alokasi dari APBD untuk pelaksanaan PPG guru agama sebanyak 147 orang yang jelas untuk kesejahteraan mereka,” pungkas Liana.
Dari data yang disodorkan Disdik kepada Komisi IV DPRD Banjar dengan nilai insentif Rp150 ribu di antaranya Guru Honorer SMP, Guru Honor SD, Ustadz/ustadzah TK Al Quran, dan Guru yang bekerja dilingkup Pondok Pesantren dan Madrasah.
Reporter : Riswan Surya
Editor : Nasrullah