Headline9.com, BANJARBARU – Lima desa di Kalsel ditetapkan sebagai Proklim Lestari. Mereka juga berhasil memboyong piagam dan penghargaan atas bentuk apresiasi dari pemerintah daerah.
Kegiatan ini pun dalam rangkaian bentuk apresiasi terhadap desa/lokasi, perusahaan yang turut mendukung kepedulian lingkungan.
Untuk itulah penyerahan penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) dan Sasangga Banua dan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat yang kembali diselenggarakan tahun 2023.
Plt Asisten Bidang Perkonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Suparmi, mengharapkan, agar seluruh lapisan masyarakat dan stakeholder lainnya dapat bekerjasama serta terus berkolaborasi untuk turut menjaga lingkungannya tetap lestari.
“Kepada penggiat lingkungan khususnya agar dapat menjaga alam dan ekosistemnya dengan baik termasuk menjaga tatanannya,” ujarnya, usai membuka acara penyerahan penghargaan Proklim dan Sasangga Banua dan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat tahun 2023, di Auditorium KH Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Rabu (13/12).
Ia menginginkan, nilai dari indeks lingkungan terus membaik dari tahun ke tahun. “Kita berharap setiap tahun terus mengalami kemajuan,” harapnya.
Diketahui, Program Kampung Iklim (Proklim) Lestari tersebut merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan pemerintah kepada desa/lokasi.
Sementara, juga ada 6 desa lainya berhasil mendapatkan Proklim utama, Proklim Madya 51 desa/lokasi dan pratama 50 desa/lokasi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, mengatakan, tiga kategori penghargaan yang diberikan tentu tujuannya untul membangun ketahanan iklim di Kalsel.
“Tahun ini, penghargaan Sasangga Banua diberikan kepada desa/lokasi proklim trophy utama sebagai bentuk dukungan kepada mereka tersebut untuk melanjutkan usulannya ke tingkat proklim lestari dengan membina 10 desa/lokasi baru,” paparnya.
Di Kalsel sendiri, ada sebanyak 171 desa/lokasi proklim tahum 2023. Jumlah tersebut meningkatkan sebesar 15,5% dibandingkan tahun sebelumnya yang bejumlah sekitar 148 desa/lokasi.
“Untuk proklim lestari yang mendapatkan di antaranya Desa Mandikapau Barat (Banjar), Danda Jaya (Batola), Rw 02 Kelurahan Sungai Miai (Banjarmasin), Rw 04 Kelurahan Karang Taruna (Tala) dan Dusun 1 Desa Asri Mulya (Tala),” ungkapnya.
Sementara, untuk proklim utama sebanyak 6 desa/lokasi. “Desa Mandikapau Timur (Banjar), Desa Maburai (Tabalong), Al Kautsar (Tanbu), Sungai Bakar (Tala), Hiyung (Tapin) dan Rw 01 Kelurahan Pengambangan (Banjarmasin),” paparnya.
Selanjutnya, kategori pembina proklim tercatat ada 8 kabupaten/kota di Kalsel. Di antaranya Pemkot Banjarmasin, Pemkab Banjar, Batola, Tabalong, Hulu Sungai Selatan, Tapin dan Kotabaru.
Saat ini, menurut dia, sudah ada progres kesertaan Kalsel terhadap Proklim. Yang mana, tahun ini sudah ada 5 desa yang berhasil mendapatkan Proklim tertinggi dengan predikat Lestari. “Artinya masing-masing membina 10 desa lainnya untuk melakukan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim,” kata Kepala Dinas DLH Kalsel, Hanifah.
“Kalsel juga menjadi trendsetter untuk kesertaan Proklim. Tahun kemarin, kita mendapatkan peringkat kedua terbanyak,” ungkapnya.
Terlebih, tahun ini terdapat dua bank sampah yang turut ikut mendukung keikutsertaanya dalam program Martapura Asri. Pertama, Bank Sampah Kelurahan Basirih, Banjarnasin dan kedua, Bank Sampah Sungai Rangas Hambuku, Kabupaten Banjar.
Pemprov Kalsel juga turut memberikan penghargaan kepada 23 mitra dari perusahaan yang berhasil membina desa/lokasi proklim. Puluhan itu, tercatat ada 3 yang menerima penghargaan dari pusat.
Reporter : Riswan Suryadi
Editor : Nasrullah