Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. Nasional
  4. »
  5. Jejak Sejarah: Hutan Purba Tersembunyi di Kairo, New York, Temuan…

Jejak Sejarah: Hutan Purba Tersembunyi di Kairo, New York, Temuan Terbaru Peneliti

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit
Hutan tertua di dunia bukan di Amazone. Foto Charles Ver Streaten

Headline9.com, JAKARTA – Hutan tertua di dunia tidak terletak di Amazon, India, atau Malaysia, melainkan di kota kecil Kairo di New York, Amerika Serikat, menurut penelitian terbaru. Para peneliti menemukan jaringan pepohonan seluas 400 kilometer yang diyakini berusia 386 juta tahun di dasar tambang batu pasir.

Dr. Christopher Berry dari Cardiff University menjelaskan, “Anda berjalan melewati akar pohon-pohon kuno. Dengan berdiri di permukaan tambang, kita dapat merekonstruksi hutan hidup di sekitar kita dalam imajinasi kita.”

Penemuan ini terjadi pada tahun 2019 ketika para peneliti memetakan hutan periode Devonian seluas lebih dari 3.000 meter persegi di kaki Pegunungan Catskill di Lembah Hudson. Hutan ini ditemukan menjadi rumah bagi dua jenis pohon, yaitu Cladoxylopsids, tanaman mirip pakis awal, dan Archaeopteris, pohon berkayu dengan daun hijau pipih.

BACA JUGA :  Agustus - September Puncak Kemarau, Waspada Kebakaran dan Krisis Air

Akar pohon Archaeopteris, yang mencapai panjang lebih dari 11 meter dan memiliki cabang, menjadi bukti pertama dari sistem akar kompleks yang tumbuh seiring pertumbuhan tanaman. Dr. Berry menyatakan, “Ini akan tampak seperti hutan yang cukup terbuka dengan pohon-pohon jenis konifera berukuran kecil hingga sedang.”

Selain itu, fosil ikan yang ditemukan di lokasi tersebut mengarahkan para peneliti untuk percaya bahwa hutan ini mungkin menghilang karena banjir. Sebelum penemuan ini, Hutan Bilboa dianggap sebagai hutan tertua, namun diperkirakan 2-3 juta tahun lebih muda dari Hutan Kairo.

BACA JUGA :  Mapala Fisipioneer Kembali Pertahankan Juara 1 Lomba Lari Susur Pantai Tingkat Nasional Bali

Tim peneliti juga menyimpulkan bahwa munculnya pohon besar dengan sistem akar yang lebih kompleks dapat memicu proses “pelapukan,” menarik karbon dioksida dari atmosfer dan menyimpannya sebagai batu kapur. Ini, pada gilirannya, dapat memengaruhi tingkat oksigen, memungkinkan evolusi hewan dan serangga yang lebih besar di dalam hutan purba.

Dr. Berry menegaskan, “Untuk benar-benar memahami bagaimana pohon mulai menyerap karbon dioksida dari atmosfer, kita perlu memahami ekologi dan habitat hutan paling awal, serta sistem perakarannya.”

Baca Juga