MARTAPURA – Ratusan ton sampah jemaah yang menghadiri Haul ke-14 Abah Guru Sekumpul, KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani belum terangkat. Truk besar milik Dinas Lingkungan Hidup Banjar belum bebas lalu lalang di Jalan Sekumpul.
Kesulitan lain, sampah itu dibuang secara bersamaan di lokasi terpisah. Radius tempat duduk jemaah sangat luas, tembus ke A Yani, Tanjung Rema, Pendidikan, Bincau, Indrasari, Jalan Irigasi, Gunung Alaban. Itu belum termasuk gang kecil yang sulit diakses mobil besar. Petugas membutuhkan 7 hari penuh menangkut semua limbah bekas tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banjar Boyke W Triestiyanto menyiapkan strategi khusus menyelesaikan ratusan ton sampah dan mulai berjalan sejak haul.
Setelah pengangkutan sampah rutin, pihaknya melemburkan petugas dari pukul 14.00 sampai dengan 18.00 Wita. Dilanjutkan pukul 20.00 – 22.00 setiap hari. Pola kerja itu digelar selama 1 pekan atau sampai bersih.
Petugas juga terus menyisir sampah menggunakan kendaraan roda 3 dan pikap. Bekerja sama dengan beberapa organisasi profesi menggelar bakti sosial, dan menjalin kesepahaman dengan TPA Regional dalam pembuangan sampah. Dinas Lingkungan Hidup Banjarbaru, terangnya menyiapkan bantuan sarana angkutan truk sampah
“Kami berterima kasih kepada relawan kebersihan. Sampah lebih cepat terangkut berkat kerja sama ini. Kita juga salut dengan Kadis LH Kalsel atas izin pengangkutan sampah ke TPA Regional serta Kadis LH Banjarbaru atas bantuannya 2 unit Dump Truck dan 30 org petugas kebersihan Pemko Banjarbaru,” kata Boyke lagi, kemarin.
Langkah selanjutnya, mengajak seluruh organisasi perangkat daerah kerja bakti di sekitar lingkungannya, dan lokasi haul. Membagikan kantong plastik kepada relawan. Petugas tinggal mengambil tumpukan sampah di titik yang disepakati. DLH juga mengupayakan memilah sampah di setiap TPS3R dan minta bantuan pemulung memilah sampah di titik kumpul.
“Kawasan pertama yang harus bersih adalah sekitar kubah yang masuk ring 1. Kami juga mengambil tumpukan di titik kumpul seperti di tanah kosong Jalan Pendidikan, TPS belakang pengadilan, Kompas, Sungai Paring, dan TPS Indrasari. Dari TPS kita bawa ke TPA Regional,” tukasnya.
Adanya Relawan Kebersihan dari Gasak dan yang lain sangat membantu percepatan pemulihan kawasan Sekumpul. menurutnya, Jalan Sekumpul jadi lebih cepat kondusif untuk kegiatan masyarakat sehari-hari. Penanganan sampah terkendala volume limbah buangan yang banyak, lokasi padat dan lalu lintas armada angkutan susah bergerak.