Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. Featured
  4. »
  5. Diduga Sampah Dibuang Pedagang, Sungai Irigasi Gambut Tercemar

Diduga Sampah Dibuang Pedagang, Sungai Irigasi Gambut Tercemar

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

Headline9.com, MARTAPURA – Sampah yang belum dibersihkan dan dibiarkan menumpuk di Sungai Irigasi Gambut, Kabupaten Banjar, diduga dibuang sengaja oleh oknum pedagang Pasar Kindai Limpuar Gambut, Kabupaten Banjar. Padahal, papan imbauan dilarang buang sampah di sungai sudah lama tepasang.

Warga yang tinggal dan tak jauh dari lokasi Pasar Kindai Limpuar Gambut, Ican, mengungkapkan, pernah beberapa kali melihat pedagang membuang sampah ke Sungai Irigasi tersebut. Namun, dirinya tak berani memastikan, siapa yang membuang.

“Pernah, cuman kita tak berani mengklaim siapa atau benar kah itu pedagang. Tapi, saya pernah melihat dan kebetulan dibuangnya di lokasi pasar,” singkatnya, kepada media ini, Rabu (27/3/2024) siang.

Saat pewarta menelusuri ke lokasi, sampah yang ditumpuk di lokasi Pasar Kindai Limpuar Gambut, terlihat mirip dengan sampah yang kini belum dibersihkan di Sungai Irigasi Gambut. Tumpukan sampah itu diperkirakan hanya berjarak sekitar 10 meter dari pasar Kindai Limpuar Gambut.

Salah satu pedagang, Ida, mengungkapkan, juga sempat melihat orang membuang bungkusan sampah ke sungai. Akan tetapi, sama halnya seperti Ican, tak berani mengakui apakah itu seorang pedagang atau justru malah pengunjung pasar. Dari pengakuannya, bungkusan yang dibuang ke sungai mengarah ke sampah hasil limbah dagangan.

BACA JUGA :  Kadiv IM Pantau Langsung Persiapan Deklarasi Pembangunan ZI Kanim Banjarmasin

“Tetapi, ulun (saya) tak berani apakah itu memang pedagang, karena tidak kenal,” bebernya.

Padahal, kata dia, tarif pungutan sampah dan Tempat Pembungan Akhir (TPA) untuk pedagang sudah disediakan. Namun, masih ada yang membuang sampah ke sungai. “Ada disediakan tempat sampah, tapi berada ditengah-tengah. Kalau ingin membuang juga sudah disampaikan petugas pasar untuk meletakan saja didepan toko atau lapak dagangan karena sudah ada petugas kebersihannya,” katanya.
Tarif kebersihan yang dikenakan pengelola Perumda Pasar Bauntung Batuah (Perumda Pasar) setiap harinya ke pedagang sebesar Rp18 ribu.

Ditambah, papan imbauan dilarang buang sampah di sungai tersebut sudah terpasang dua unit di sekitaran siring sungai Irigasi dan tak jauh dari lokasi Pasar Kindai Limpuar Gambut. Namun, terlihat beberapa tumpukan sampah yang hanyut terbawa aliran sungai mengarah ke hilir tepat permukiman warga. Hasilnya, lagi-lagi menumpuk di tempat yang sama.

BACA JUGA :  Komisi IV Gelar RDP Bersama Disdik Banjar.

Sebelumnya, salah satu warga Irigasi Gambut, Ivy, mengaku, sampah yang sering menumpuk di sungai kecil yang disebut Irigasi memang sudah terjadi seminggu lebih. Sehingga, ia berharap, masalah tersebut bisa segera dituntaskan.

Berserakannya sampah di Sungai Irigasi Gambut, juga sering membuat aliran tersumbat hingga menyebabkan rumah yang bermukim tak jauh dari tumpukan sampah tersebut sering kebanjiran.

“Tumpukan sampah itu apabila hujan, rumahnya pasti kebanjiran. Saya khawatir ini bisa menjadi tempat sarang nyamuk dan sumber penyakit,” ucapnya.

Menanggapi itu, Camat Gambut, Ahmad Fauzan, mengatakan, sudah menyampaikan hal ini kepada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (Disperkim LH). Bahkan, program Bupati Banjar yaitu ‘Jumat Bersih’ terus digalakkan baik tingkat kelurahan hingga perdesaan.

“Ini karena bulan Ramadan saja dan cuaca juga di atas 30 derajat (panas). Sebenarnya, juga jangan melimpahkan ke Disperkim LH. Kita juga tak bisa kan mengontrol orang buang sampah. Tetapi,
Kewajiban kami tetap mengingatkan,” ucapnya.

Reporter : Riswan Surya | Editor : Nashrullah

Baca Juga