Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. PTAM Intan Banjar
  4. »
  5. BPAM Banjarbakula Mulai Lakukan Ujicoba, Pengaliran Air Bersih Dipastikan Normal…

BPAM Banjarbakula Mulai Lakukan Ujicoba, Pengaliran Air Bersih Dipastikan Normal 7 Hari ke Depan

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

Headline9.com, MARTAPURA – Semenjak pipa transmisi air baku diameter 120mm milik BPAM Banjarbakula alami kebocoran, di Desa Sungai Landas, Kecamatan Karan Intan, Kabupaten Banjar, pendistribusian ke pelanggan PT Air Minum Intan Banjar hingga Rabu (17/4/2024), masih dirasakan dampaknya.

Menyebabkan dua wilayah yakni Martapura dan Kota Banjarbaru harus merasakan krisis air bersih. Ini terjadi sejak pada Senin, 8 April 2024. Tepatnya diterakhir menjalankan ibadah puasa (Ramadan) hingga lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah.

Kasi Produksi BPAM Banjarbakula, Robby Cahyadi, mengatakan, saat ini tim teknis tengah melakukan upaya perbaikan secara maksimal. “Berdasarkan hasil rapat internal, masa perbaikan diprediksi bakal berlangsung selama 5 hari. Hari ini alat dipasang dan pada Sabtu ini kita mulai melakukan uji coba. Mudah-mudahan berjalan lancar,” ujarnya.

BACA JUGA :  RAT 2023 Koperasi Tirta Lestari, Dirut PT AM Intan Banjar, Syaiful : Buka Peluang, Kembangkan Usaha

Sementara itu, Direktu Utama PT Air Minum Intan Banjar, Syaiful Anwar, mengatakan, usai menghadiri pertemuan dengan Balai Pengelola Air Minum (BPAM) Banjarbakula memastikan pendistribusian air bersih akan kembali normal dalam 7 hari ke depan.

“Karena masih dilakukan proses pengembalian tekanan air pada pipa, utamanya pada kawasan-kawasan yang berada di ujung jaringan, akibat pipa transmisi berdiameter 1200 mm milik BPAM alami kebocoran di Desa Sungai Landas, Karang Intan, Kabupaten Banjar,” bebernya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, berdasarkan informasi BPAM Banjarbakula bahwa aksesoris untuk perbaikan pipa tersebut sedang dipesan. Karena itu dirinya berharap, aksesoris tersebut tiba pada besok hari sehingga perbaikan bisa segera dilakukan.

BACA JUGA :  60 Ribu Pelanggan Terdampak, PTAM Intan Banjar Sampaikan Solusinya

“Dari informasi yang kami dapat, aksesoris ini diproduksi secara khusus, karena pabrik resmi penyedia pipa GRP tersebut sudah diskontinu. Alternatif lainnya, Tim teknis rekanan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III dan BPAM Banjarbakula melakukan pemesanan pembuatan aksesoris pada tiga vendor pabrikasi yang berbeda. Oleh sebab itu, tim mengalami keterlambatan dalam hal waktu produksi aksesoris dari vendor, ditambah di tengah suasana libur lebaran,” tutupnya.

Reporter : Riswan Surya
Editor : Nashrullah

Baca Juga