Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. Tanah Bumbu
  4. »
  5. Momentum Hari Malaria Sedunia, Pemkab Tanbu dan Provinsi Kalsel Ajak…

Momentum Hari Malaria Sedunia, Pemkab Tanbu dan Provinsi Kalsel Ajak Penanganan Sinergis

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

Headline9.com, BATULICIN – Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), terus berupaya memerangi Malaria melalui momentum hari Malaria Sedunia tahun 2024 di Hotel Ebony Senin (29/4/2024). Kecamatan Batulicin.

Acara yang terhimpun dalam pertemuan dan advokasi pengendalian Malaria tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel Hj.Raudhatul Jannah, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanbu H. Ambo Sakka serta jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Tanbu.

“Penangan malaria ini termasuk penanganan yang dianggap rumit, mengingat ditahun 2012 disaat saya menjadi kepala Dinas Kesehatan Tanbu kemarin, masih ada akses jalan yang mengharuskan petugas kesehatan menggunakan kendaraan roda dua dan harus menginap di lokasi sasaran penanganan,” kata Ambo Sakka.

Kemudian tambahnya, berdasarkan pengamatan, yang kena malaria di daerah ini lebih banyak daerah luar atau pendatang.

“Kita juga tidak mungkin bisa melarang mereka datang ke sini, kerena Tanbu daerah yang banyak “Bumbu nya,” ucap Sekda.

BACA JUGA :  Tanbu Masuki Masa Panen Padi

Untuk mengantisipasi demikian, Sekda mengingatkan kepada Dinkes Tanbu agar setiap warga yang datang wajib untuk diperiksa kesehatannya.

Apalagi lanjutnya, potensi demikian besar adanya, kerena akses  geografis didaerah ini bisa ditempuh melalui darat laut dan udara. 

Perlu diketahui tambahnya, Tanbu ini dianggap menjadi daerah yang dinamis terkait pertambahan penduduk di Kalsel, belum lagi setelah ditetapkan kawasan ekonomi khusus, maka diperkirakan akan ada 70 ribu tenaga kerja yang bakal diisi oleh orang luar Kalsel, khususnya Tanbu sendiri.

“Untuk penangan ini diperlukan peran semua pihak agar saling bersinergi, sehingga malaria di Tanbu bisa dikendalikan,” pungkasnya. 

Dalam kesempatan itu, Hj. Raudhatul Jannah menyampaikan Malaria saat ini menjadi permasalahan kesehatan masyarakat, selain angka kematian bayi, anak balita dan ibu hamil.

BACA JUGA :  Resmi Buka Ramadan Cake Fair 2024, Bupati Sempatkan Beli Takjil Saat Singgahi Penjualnya

Sambungnya, Eliminasi Malaria adalah sebagai upaya untuk membebaskan masyarakat dari Malaria mulai tahun 2023 sampai dengan 2030.

Berdasarkan catatan, Indonesia sudah berhasil membebaskan 388 dari 514 di Kabupaten kota di Indonesia dari Malaria, untuk Kalsel telah membebaskan 10 dari 13 Kabupaten kota sedangkan target eliminasi tersebut adalah tahun 2027.

“Kalau melihat tahunnya masih lama, tapi kalau dikerjakan maka tidak terasa,” ujarnya.

Perlu di ketahui untuk 3 Kabupaten di Kalsel yang belum eliminasi Malaria terdiri dari Kabupaten Balangan ,Kotabaru dan Tanbu.

Dia mengharapkan penanganan Malaria akan semakin turun sesuai yang diharapkan.

“Untuk mencapai target penangan malaria itu, saya rasa tidak perlu sampai 2030, paling tidak 2026 sudah bisa diatasi, asalkan kita sama-sama sinergi memeranginya,” ucap Acil Odah sapaanya (MHL)

Baca Juga