Kamis, April 3, 2025
BerandaDPRD KAB BANJARTercium Aroma Dugaan Transaksi 'Keminting' 250 Juta Antara Legislatif dan Eksekutif

Tercium Aroma Dugaan Transaksi ‘Keminting’ 250 Juta Antara Legislatif dan Eksekutif

Headline9.com, MARTAPURA – Pasca batal digelarnya agenda RPJP 2025 – 2045 Kabupaten Banjar, kini tercium aroma ‘Keminting’ senilai Rp250 juta.

Ketua DPRD Kabupaten Banjar, HM Rofiqi, menaruh curiga besar sekaligus menduga adanya transaksi ‘keminting’ antara legislatif dan eksekutif.

“Saya mendapatkan informasi bahwa sudah beredarnya ‘keminting’ seharga Rp250 juta yang dibagi-bagikan dan angkanya itu cukup besar,” cetusnya, Selasa (23/7/2024) siang, usai mengetahui gelaran RPJP 2025 – 2045, di Rapat Gabungan DPRD Banjar.

Atas adanya hal ini, ia bersama anggota Fraksi Partai Gerindra menolak RPJP tersebut. “Yang jelas, intinya kami dari fraksi Gerindra menolak,” tegasnya.

BACA JUGA :  Diduga Lakukan Penyimpangan Anggaran Selama 5 Tahun di Puskemas, Dinkes Kabupaten Banjar Akui Tak Tahu

Ia menilai kegiatan yang dilaksanakan di luar daerah kemarin kurang tepat. Mirisnya lagi, agenda pembahasan RPJP 2025-2045 di Bali pada 24 Juni 2024 lalu batal diselenggarakan lantaran anggota DPRD Kabupaten Banjar tak satu pun berhadir.

“Kan bisa dibahas di rumah sendiri ngapain pembahasan di luar daerah. Tentu ini menjadi tanda tanya. Sedangkan pembahasan di Bali kan batal, jangan buang-buang duit negara,” beber Rofiqi.

BACA JUGA :  Pelaku Usaha Harus Lebih Peduli Terhadap Lingkungan.

Menurutnya, jika dilaksanakan di dalam daerah beban biaya tidak terlalu besar. Bahkan, pertama dalam sejarah kalau RPJP 2025 – 2045 gagal digelar.

“Kalau semua SKPD pergi dinas ke luar daerah berapa beban biaya yang dikeluarkan, mending duitnya dimanfaatkan kepentingan rakyat,” tegasnya.

Asal tahu saja, gelaran pembahasan RPJP yang dipimpin Irwan Bora selaku Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Banjar hari ini dihadiri jajaran Pemkab Banjar dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Reporter : Riswan Surya
Editor      : Nashrullah

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular