Longsor Dalam Pagar Meluas, Warga Was Was Tiang Listrik Jatuh ke Sungai

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print
Share on reddit
Reddit

 

HEADLINE9, MARTAPURA – Proyek Jalan cor semen dan siring beton Desa Dalam Pagar, Kecamatan Martapura Timur yang dikerjakan oleh PT Gunung Willis kembali  longsor. Makin meluasnya ambles jalan itu terpantau sejak, Sabtu (22/09) dan Minggu (23/09) malam.

Rumah warga yang berada di tepi jalan semakin was was, takut sekaligus khawatir berat karena kerusakan jalan semakin hari terus memanjang. Dengan total panjang jalan yang longsor RT 1 di desa itu menjadi 120 meteran, padahal sebelumnya longsor pertama yang  terjadi pada Rabu (19/09) malam, hanya sekitar 80 meter.

“Kami takut kalau terjadi sengatan listrik karena tiang listrik mau roboh ke sungai. Tiap hari kami waspada apalagi tiba-tiba hujan turun, kan makin khawatir,” tegas Kepala Desa Dalam Pagar Ulu H Masudi.

Dari penuturan Masudi, warga yang resah mengadu ke aparat desa karena terjadi longsor susulan dan menelan korban jiwa. Terlebih lokasi jalan tersebut hingga saat ini masih digunakan oleh masyarakat.

BACA JUGA :  Operasi Keselamatan Menyasar 8 Pelanggaran

“Bertambah panjang jalan yang patah, retakan dan longsornya. Baru-baru tadi pada malam Minggu dan malam tadi sekitar pukul 22.00 wita, beruntung tidak ada korban jiwa,” katanya, Senin (24/9) siang.

Dia juga menjelaskan, pengguna jalan yang longsor tidak hanya warga Desa Dalam Pagar Ulu, tetapi juga Dalam Pagar Ilir, Sungai Kitanu dan Desa Akar Baru serta Desa Melayu Ilir. Menjadi akses jalan ke Martapura Kota.

“Karena adanya longsor ini, maka warga menggunakan jalan Syekh Muhammad Arsyad Al-banjary. Sedikitnya ada 10 rumah warga kami yang terkena dampak, rusak cukup berat ada tiga rumah,” jelasnya.

Sementara Kepala Urusan Pembangunan dan Perencanaan Desa, M Saufi menegaskan, pihaknya tidak menyalahkan pihak siapa pun. Saat ini terpenting cepat penanganan jalan yang longsor tersebut, terlebih retakan longsor makin hari makin bertambah.

BACA JUGA :  Rakor Minguan, Saidi Ingatkan Persiapan Hari Jadi

Sebelumnya Konsultan Pengawas PT Winaya, didampingi dari Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Kalsel, Gawit Hidayat mengatakan, proyek ini sudah dikerjakan 2017 dengan menggunakan dana APBD Perubahan nilai kontrak Rp 1,5 miliar.

Selesai akhir 2017 dan pekerjaan ini membeton lantai jalan dengan masa pemeliharaan satu tahun.

“Jadi ini sebenarnya masih dalam masa pemeliharaan, Desembar 2018 penyerahannya. Nantinya akan dibentuk tim independen untuk menyelidiki penyebab longsor dan cara-cara penanganannya,” katanya, saat meninjau pasca kejadian pertama, Kamis (19/9) lalu.

Panjang proyek jalan sekitar 400 meter dan jalan yang longsor sekitar 80 meter. Selanjutnya menunggu hasil kajian tim investigasi untuk melakukan langkah-langkah penanganannya.(SR)

Baca Juga