Jumat, April 4, 2025
BerandaBanjarSisa Batang Kayu di Kawasan Datu Bagul Diincar Peziarah

Sisa Batang Kayu di Kawasan Datu Bagul Diincar Peziarah

HEADLINE9.COM, MARTAPURA-Di hari kedua Idul Fitri 1440 H, masyarakat Martapura beramai-ramai berjiarah ke makam keluarg dan makam para ulama di wilayah Martapura.

Seperti yang terlihat pada Kamis (06/06) makam Syeh Aminullah atau yang lebih akrab disebut dengan Datu Bagul yang ada di Desa Keramat, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar ramai di kunjungi oleh pejiarah.

Saat di temui Hedaline9.com Ketua Pengelola Makam Datu Bagul M Subhan mengatakan, menjelang lebaran dan saat lebaran makam Datu Bagul ramai dikunjungi para pejiarah yang datang dari berbagai wilayah. Tak hanya masyarakat yang ada di Kabupaten Banjar, tapi pejiarah juga ada yang datang dari Banjarmasin, bahkan ada yang dari luar Kalimantan Selatan.

BACA JUGA :  Karhutla di Desa Keramat Hanguskan 4 Hektare Lahan

“Mulai pagi sampai sore, bahkan hingga malam hari pejiarah ramai datang kesini. Diperkirakan selama lebaran ini setiap harinya tak kurang dari 2000 pejiarah yang datang,” ucapnya

Dikatakan Subhan, demi kenyamanan para pejiarah, pihaknya selalu berupaya untuk menjaga tempat makam itu dengan baik dan menjaga kebersihan.

“pokoknya kita selalu berupaya untuk kenyamanan para pejiarah, seperti kebersihan, tempat istirahat, dan lainnya,” ungkapnya.

Para pejiarah yang datang ke komplek makam Datu Bagul itu selain melakukan jiarah, mereka juga menyempatkan diri untuk melihat langsung sisa pohon yang konon katanya menjadi tempat perisitirahat KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani ( Guru Sekumpul) ketika berbuburu burung ( menembak) yang tak jauh dari makam Datu Bagul.

BACA JUGA :  Nanang Khalid dan Galuh Zezen Terpilih Mendapatkan Selempang Naga Intan Banjar 2022

“Ya, para pejiarah biasanya sehabis jiarah di makam datu bagul, mereka melihat langsung sisa pohon yang dulu persah menjadi tempat berisitirahatnya Guru Sekumpul. Konon dulu Abah Guru ketika berburu disini, beliau istirahat di bawah pohon itu, sambal senderan,” ujar Subhan.

Kini pohon tersebut di kasih pembatas seperti pagar untuk sebagai tanda dan melindungi agar tidak di rusak oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular