Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. Banjar
  4. »
  5. Pasar Madurejo Tak Kunjung Ditempati

Pasar Madurejo Tak Kunjung Ditempati

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

HEADLINE9.COM, MARTAPURA-Keberadaan bangunan Pasar di Desa Madurejo, Kecamatan Sambung Makmur, Kabupaten Banjar hingga kini belum juga ada aktivitas berjualan oleh pedagang. Padahal bangunan pasar itu telah selesai dibangun pada 2018 kemarin.

Namun untuk status pengelolaannya hingga kini belum juga jelas, apakah dikelola oleh pihak pemerintah, atau masyarakat setempat.

“yang jelas, kalau bangunan revitalisasi berarti tanah itu todak ada masalah, artinya tanah itu sudah menjadi milik pemerintah. Mungkin nanti bangunan pasar itu akan dikelola oleh pemerintah dalam hal ini mungkin tetap berkoordinasi dengan pihak desa,” Ujar Dirut PD Pasar Bauntung Batuah Rusdiansyah saat ditemui pada senin (15/07)

BACA JUGA :  Balap Jukung Tradisional, Event Baru Gagas Wisata Sungai di Martapura Barat

Namun sampai sekarang, lanjut Rusdi, belum ada pertemuan untuk melakukan koordinasi dengan pihak desa untuk pemanfaatan tempat usaha tersebut.

“Kita inginnya secepatnya ada koordinasi, dan Sangat perlu dikoordinasikan dengan pihak desa terkait pemanfaatan bangunan pasar tersebut,” ucapnya

Dikatakan Rusdiansyah, pihaknya ingin mnegetahui ketersediaan fasilitas ini nantinya bisa dimanfaatkan sepenuhnya oleh pedagang atau seperti apa. Pihaknya khawatir nanti begitu ketersediaan tempat sendiri, para pedagang tidak bersedia memanfaatkan pasar itu, hasilnya bangunan menjadi mangkrak.

BACA JUGA :  Smart Kampung Manis Masuki Tahap Audiensi

“sebelumnya kita perlu kejelasan dulu lah, nantinya untuk melakukan koordinasi baik dengan desa, baik dengan pemerintah. Sudah pastikah para pedagang nantinya akan menempati pasar itu. Kita perlu data-data itu dulu,” ujarnya.

Ditambahkan Rusdi, pihaknya tidak ingin keberadaan pasar itu hanya dimanfaatkan sebagian kecil, justru akan menjadi permasalahan terhadap fasilitas bangunan pasar itu.

“karena saying kan jadinya, bukannya jadi potensi nantinya, malah jadi bangunan yang mangkrak, justru juga menjadi beban perusahaan daerah apabila asset itu diserahkan ke kita,” ungkapnya.

PENULIS M Sairi

Baca Juga