Headline9.com, MARTAPURA – Sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar terendam banjir. Setidaknya 117 unit dilakukan verifikasi untuk pemulihan.
Namun, Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar belum bisa memastikan berapa total fasilitas belajar yang rusak pasca banjir. Baik itu kondisinya rusak berat, sedang dan ringan. Pihaknya juga baru saja membentuk tim teknis lapangan pada 23 Januari 2026, dan memerlukan waktu menganalisa.
Kepala Bidang Sarana Prasarana Disdik Kabupaten Banjar, Mahriansyah, mengungkapkan, berdasarkan hasil analisa sementara pihaknya baru memverifikasi sebanyak 105 satuan pendidikan.
Ia juga menyebut, memerlukan waktu untuk memastikan total kerusakan. “Data yang sudah diverifikasi memang ada 117 unit, baik itu tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP terdampak banjir. Pekan depan sudah diketahui berapa total kerusakan pasca banjir,” ungkapnya, Selasa (27/1/2026).
Namun, tambah dia, setelah melakukan verifikasi, lengkap foto dan video yang dilaporkan pihak satuan pendidikan. Tim teknis baru terjun melakukan pemeriksaan guna memastikan kebenaran di lokasi sekolah yang terdampak.
“Kalau indikator kerusakan ringan dihitung berdasarkan bobot per komponen. Tapi, saya masih menunggu hasil tim teknis lapangan lebih dulu. Karena ada beberapa sekolah yang terendam banjir cukup lama seperti Kertak Hanyar, Martapura Barat dan Sungai Tabuk,” ungkap Mahriansyah.
Sekolah yang mengalami kerusakan, kata dia, kebanyakan sekolah berbahan kayu. “Termasuk juga ada di Kecamatan Aluh-aluh dan Martapura Timur. Karena banyak sekolah yang umur bangunannya sejak 1960 – 1980, memang ini jadi PR kami agar bisa melakukan revitalisasi dari bangunan kayu menjadi beton atau demi permanen. Sementara, bangunan berbahan beton jarang rusak,” bebernya.
Ia menyebut, bangunan sekolah harusnya bisa berbahan beton dan menyeluruh. Mengingat, fasilitas berbahan kayu cukup mahal.
“Kita harap sekolah bisa merata dibangun karena konstruksi kayu biayanya sangat besar, meskipun membutuhkan biaya besar tapi secara bangunan lebih efesien,” ucapnya. Dalam kegiatan revitalisasi yang dilaksanakan Disdik Kabupaten Banjar pada 2025 lalu mencapai Rp87 miliar dengan realisasi serapan sebesar 90% lebih. “Dari 123 sekolah dengan semua jenjang,” ungkap dia.
“Salah satu faktor tidak terserap 100 persen, adanya back quality proyek kurang baik itu kurang volume atau kurang bayar,” papar Mahriansyah. Sementara, dia menyebut, kegiatan revitalisasi pada 2026 mencapai Rp57 miliar. “Terkait sekolah yang rusak imbas banjir, kita akan usulkan anggaran melalui bantuan provinsi dan pusat,” tutupnya.
Reporter: Riswan | Editor: Nasrullah
















