headline9.com, Banjarbaru – Dokter Klinik Konseling Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Kota Banjarbaru, dr. Caria Putut Mayang Sari, mengingatkan masyarakat agar tidak ragu melakukan pemeriksaan dini HIV, terutama bagi mereka yang merasa pernah memiliki risiko tertular, sebagai langkah penting memutus rantai penularan HIV.
dr. Caria menjelaskan, pemeriksaan HIV dilakukan melalui tes darah yang telah menjadi standar emas atau gold standard Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Salah satu metode yang digunakan adalah rapid test HIV dengan tiga jenis reagen. Apabila ketiga reagen tersebut menunjukkan hasil reaktif, maka seseorang dapat dinyatakan positif HIV.
“Pemeriksaan sebaiknya dilakukan sesegera mungkin ketika merasa berisiko,” ujar dr. Caria.
Ia menegaskan, HIV tidak menular dengan mudah dalam interaksi sehari-hari. Karena itu, masyarakat diminta tidak menjauhi orang dengan HIV (ODHIV), melainkan memahami dan menghindari faktor-faktor risiko penularannya.
Menurutnya, ODHIV justru perlu dirangkul dan didukung agar dapat menjalani pengobatan secara rutin dengan mengonsumsi obat antiretroviral (ARV). Pengobatan yang teratur sangat penting untuk menekan jumlah virus dalam tubuh.
“Dengan pengobatan ARV yang rutin, jumlah virus bisa ditekan hingga tidak terdeteksi, sehingga tidak menularkan kepada orang lain,” jelasnya.
dr. Caria menambahkan, upaya pemeriksaan dini, pengobatan teratur, serta penghapusan stigma terhadap ODHIV merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam pengendalian HIV.
“Dengan begitu, kita bersama-sama membantu memutus rantai penularan HIV,” pungkasnya.
RSD Idaman Kota Banjarbaru terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan diri dan lingkungan, serta memanfaatkan layanan konseling dan pemeriksaan HIV yang tersedia sebagai langkah pencegahan dan pengendalian penyakit secara berkelanjutan.
















