headline9.com, KOTABARU – Upaya meningkatkan kompetensi penyelamatan dan keselamatan kerja terus diperkuat melalui pelatihan berbasis kompetensi rescue ruang terbatas (confined space rescue) yang digelar di I-Shelter PT Indocement Tarjun, Kabupaten Kotabaru, selama dua hari, 20–21 Juni 2026. Kegiatan hasil kolaborasi Perhimpunan Tanggap Darurat Pertambangan dan Energi Indonesia (PERTAPINDO), PT Indocement Tarjun, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kotabaru, dan PT Truston Borneo Indonesia ini diikuti 30 peserta dari unsur perusahaan, relawan kebencanaan, akademisi, hingga relawan pemadam kebakaran.
Pelatihan diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menangani kondisi darurat di ruang terbatas sesuai standar Kementerian Ketenagakerjaan RI dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Materi disampaikan oleh instruktur Rusian Wahyudijaya dari PERTAPINDO, Hamas Al Qosam dari MDMC, Herfansyah dari Satpol PP dan Damkar, serta Fajrie dari PT Arutmin Indonesia.
Perwakilan PERTAPINDO, Rusian Wahyudijaya, menjelaskan peserta dibekali kemampuan mengidentifikasi dan menilai potensi bahaya di ruang terbatas, seperti kekurangan oksigen, gas beracun, debu, hingga risiko terjepit atau tertimbun.
Selain itu, peserta juga mempelajari prosedur izin masuk ke ruang terbatas, pengukuran kualitas udara, pengamanan sumber energi atau lock out tag out (LOTO), hingga teknik penyelamatan dan evakuasi yang aman tanpa menimbulkan korban tambahan.
Mereka juga dilatih mengoperasikan berbagai peralatan keselamatan, seperti detektor gas, self contained breathing apparatus (SCBA), tripod, winch, dan tali pengaman.
“Dengan adanya pelatihan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi relawan kemanusiaan di Kotabaru, khususnya relawan yang tidak berada di bawah naungan pemerintah,” ujar Rusian, Minggu (21/6/2026).
Ia menambahkan, program tersebut akan berlanjut pada pelatihan tahap ketiga dan keempat yang berfokus pada penyelamatan di perairan serta penanganan kecelakaan lalu lintas. Pelatihan tersebut tetap disediakan secara gratis dengan dukungan PT Indocement, PERTAPINDO, MDMC, dan PT Truston Borneo Indonesia.
“Kami ingin para peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di satuan masing-masing sehingga kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat semakin meningkat. Pelatihan ini bukan hanya membangun keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.
Sementara itu, perwakilan Manajemen PT Indocement Tarjun, SHECSR Department Head Eva Ariani, mengatakan pelatihan tersebut menjadi contoh sinergi positif antara dunia usaha dan organisasi kemanusiaan dalam meningkatkan kapasitas masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara PT Indocement, PERTAPINDO, dan MDMC diharapkan mampu memperkuat kompetensi masyarakat, baik dalam lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari.
“Komitmen kami adalah terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kapasitas masyarakat desa binaan perusahaan, khususnya, dan masyarakat Kotabaru pada umumnya,” ujarnya.
Eva berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar budaya keselamatan kerja dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat semakin kuat di Kabupaten Kotabaru. Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan menjadi sumber daya yang siap memberikan pertolongan secara cepat, tepat, dan aman saat terjadi keadaan darurat di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.

