BerandaRSDIDaging Kurban Tidak Langsung Sebabkan Hipertensi, Dokter RSD Idaman Ingatkan Cara Pengolahan...

Daging Kurban Tidak Langsung Sebabkan Hipertensi, Dokter RSD Idaman Ingatkan Cara Pengolahan dan Porsi Konsumsi

headline9.com, BANJARBARU – Konsumsi daging kurban saat Iduladha sering kali membuat sebagian masyarakat khawatir akan risiko kenaikan tekanan darah. Namun dokter Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Banjarbaru menegaskan, lonjakan tekanan darah tidak selalu disebabkan oleh daging itu sendiri, melainkan lebih banyak dipengaruhi cara pengolahan dan pola konsumsi yang kurang tepat.

Melalui edukasi kesehatan yang disampaikan menjelang Iduladha, dokter RSD Idaman Banjarbaru, dr. Nevi Novianty Rachman, mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam mengolah dan mengonsumsi daging kurban, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat hipertensi, penyakit jantung, maupun gangguan metabolik lainnya.

Menurut dr. Nevi, salah satu faktor yang paling sering memicu kenaikan tekanan darah adalah penggunaan garam, kecap, dan penyedap rasa secara berlebihan saat mengolah daging.

“Tingginya kandungan natrium dalam makanan dapat memicu peningkatan tekanan darah, terutama pada orang yang sensitif terhadap asupan garam,” jelasnya.

BACA JUGA :  Ayo Vaksin di RSD Idaman Banjarbaru, Ada Pfizer dan Sinovac

Selain natrium, penggunaan santan dan minyak dalam jumlah berlebihan juga perlu menjadi perhatian. Menu khas Iduladha seperti gulai, rendang, atau masakan bersantan lainnya umumnya mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi, terlebih jika dimasak dengan minyak berulang kali.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan pembuluh darah dan meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular apabila dikonsumsi terus-menerus dalam jumlah besar.

Tak hanya soal cara memasak, dr. Nevi juga menyoroti kebiasaan mengonsumsi daging secara berlebihan dalam satu waktu. Menurutnya, porsi makan yang tidak terkontrol dapat memberikan beban tambahan bagi sistem pencernaan dan memicu respons inflamasi dalam tubuh.

“Jika dikonsumsi berlebihan, tubuh dapat mengalami respons inflamasi yang pada akhirnya berpotensi memicu kenaikan tekanan darah,” ujarnya.

BACA JUGA :  Kebutuhan Darah di RSD Idaman Banjarbaru Capai 600 Kantong per Bulan

Ia menambahkan, masyarakat yang memiliki riwayat hipertensi, kolesterol tinggi, penyakit jantung, diabetes, maupun gangguan metabolik lainnya perlu lebih berhati-hati saat menikmati hidangan Iduladha.

Untuk menjaga kesehatan selama perayaan hari raya, masyarakat disarankan memilih metode pengolahan yang lebih sehat seperti direbus, dipanggang, atau ditumis dengan sedikit minyak. Konsumsi sayur dan buah juga perlu diperbanyak untuk membantu menyeimbangkan asupan gizi.

Bagi penderita penyakit kronis, menjaga pola makan seimbang serta tetap rutin menjalani pengobatan sesuai anjuran tenaga medis menjadi langkah penting agar perayaan Iduladha tetap berlangsung aman dan nyaman.

Melalui edukasi ini, RSD Idaman Banjarbaru berharap masyarakat dapat menikmati hidangan kurban tanpa mengabaikan aspek kesehatan, sehingga momentum berbagi dan kebersamaan pada Hari Raya Iduladha tetap memberikan manfaat bagi tubuh maupun kehidupan sosial masyarakat.

- Advertisment -
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
headline9.com
headline9.com
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular