Sodetan Kerta Suta Kering 6 Hari dan Beraroma Busuk. Lihat Aksi Warga Dua Desa yang Kesal

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

HEADLINE9.COM, MARTAPURA – Kesal dengan proyek penutupan sodetan kerta suta di Martapura Timur, puluhan warga akhir membongkar tabat atau urukan yang jadi biang ketok aliran sungai kecil warga kering.

Dengan alat seadanya, warga bahu membahu memcangkul dan menggali sumbatan tersebut.

Masyarakat dari dua desa; Pekuaman dan Keramat Baru sejak tadi malam, Kamis (4/10) sekitar pukul 21.30 Wita berbondong bondong ke lokasi.

Mereka membuka urukan tanah di muara sungai sampai aliran air kembali lancar.
Selama sepekan, warga sangat terganggu dengan proyek optimalisasi lahan tapi mengorbankan sodetan yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Akibat sodetan kertas sura kering, masyarakat langsung terganggu dengan aroma yang tidak sedap. Makin panas dan kering, udara sekitar mengeluarkan bau busuk. Pasalnya air tidak lagi mengalir.

“Tidak ada pemberitahuan sebelumnya, kalau muara sungai itu mau ditutup. Sudah 6 hari kita tunggu, ternyata tidak di buka juga, oleh karena itu masyarakat berinisiatif membongkar sendiri urukkan, “ kata Misran, warga Pekauman Dalam.

BACA JUGA :  Menjelang Haul Abah Guru Sekumpul, Drainase Di Jalan Sekumpul Mulai Dibersihkan.

Hal senada juga di utarakan oleh warga Desa Keramat Baru Ismail, menurutnya dengan di tutupnya sungai itu membuat sungai itu kering dan mengeluarkan aroma tak sedap.

“Baunya itu sangat tidak enak, bahkan saat makan di rumah kami harus pakai kipas angin, supaya aromanya tidak tercium, ”tuturnya.

Dia juga mengakui, tidak ada pemberitahuan sebelumnya, dan hal itu sangat di sayangkannya.

“Sungai itu mengaliri dua desa, dan kalau di tutup. dampaknya sangat dirasa oleh masyarakat dua desa. Kami tidak diberi tahu kalau sodetan itu ditutup, “ ujarnya.

Sementara kepala Desa Pekauman Dalam Abdul Qadir Zailani saat di konfirmasi mengatakan, pihaknya tidak mengetahui bahwa sungai itu akan di tutup. Kontraktor tidak pernah minta izin atau pemberitahuan kepada aparat desa atau warga.

BACA JUGA :  Bhanjaruu Bags Lolos Ekspor ke Singapura

“Yang kita tahu, di sana lagi ada proyek optimalisasi lahan pertanian, dan mengenai muara sungai di tutup kita baru mengetahui dari warga, sementara dari kontraktor tidak pernah memberikan pemberitahuan, ”ucapnya.
Ketidaktahuan itu juga di katakanya oleh Kepala Desa Keramat Baru Muslim, dirinya tidak pernah menerima surat pemberitahuan bahwa muara sungai itu akan di tutup.
“Kami juga bingung, kenapa sungai itu di tutup. Dan saya tidak ada menerima pemberitahuan sebelumnya, ”katanya.
Sementara pembongkaran urukan yang menutup muara sungai kerta suta itu dilakukan warga dengan alat sederhana. mereka secara bersama-sama membuka urukan agar air kembali mengalir ke sungai kerta suta.(SRI)

Baca Juga