Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. Banjar
  4. »
  5. LO BNPB Kunjungi Banjar Untuk Liat Penanganan Covid-19

LO BNPB Kunjungi Banjar Untuk Liat Penanganan Covid-19

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

headline9.com, MARTAPURA – Upaya-upaya yang sudah diambil Pemerintah Kabupaten Banjar dalam menangani pandemi Covid-19, menjadi perhatian Liaison Officer (LO) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat, yang bertugas dalam gugus tugas percepatan penanggulangan Covid-19 Brigjen (Purn) Pol Drs Agus Budiman Manalu dan Marsda (Purn) TNI Dwi Fajariyanto, Rabu (10/06/2020).

Didampingi Kepala Dinas Kesehatan Dr Diaduddin, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar H Irwan Kumar. LO Covid-19 Pusat melakukan peninjauan tempat Karantina covid-19 di Guest House Sultan Sulaiman Jl A Yani Km 38,5 Martapura.

Kepala BPBD Banjar H Irwan Kumar, mengatakan kehadiran LO BNPB ini merupakan semangat yang baru bagi tim gugus tugas penanganan covid-19 Kabupaten Banjar yang dalam beberapa bulan ini bekerja keras.

“Mungkin dalam langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan oleh tim gugus tugas Kabupaten Banjar terdapat hal-hal yang harus dievaluasi terkait standarisasi secara nasional yang akan ditingkatkan lagi mutu serta kualitas penanganannya.” ungkapnya.

BACA JUGA :  Evaluasi Tahap I Gerakan Menuju 100 Smart City

Upaya yang sudah dilaksanakan Pemkab Banjar diantaranya seperti pencegahan melalui sosialisasi, edukasi, himbauan dan perawatan bagi pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Lebih lanjut H Irwan Kumar yang didampingi dr Diauddin menjelaskan, memang di Kabupaten Banjar ada keterlambatan untuk hasil test swab, dan sesuai arahan dari Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional Doni Monardo, melalui LO Covid-19 dan Gubernur Kalimantan Selatan agar pasien yang opname di rumah sakit atau karantina, agar hasil Swab tesnya didahulukan guna menghindari jangan sampai ada pasien yang meninggal dunia namun hasil swabnya belum diketahui.

Sementara itu dr Diauddin menyampaikan agar disampaikan ke pusat agar bisa membantu pengadaan alat rapid test karena jumlah masyarakat kita lebih banyak dari daerah lain jadi minimal 10% atau sekitar lima puluh ribu orang nya dilakukan rapid test untuk saat ini baru sekitar tiga ribu orang yang sudah dilakukan rapid test.

BACA JUGA :  Pengembangan Kawasan Pertanian Hortikultura Menjadi Kawasan Agrowisata.

“Saya meminta kepada LO Covid agar memperbantukan alat swab yang mobile untuk di wilayah Kabupaten Banjar yang mana antian untuk menunggu hasilnya terlalu lama,” harapnya.

dr Diauddin menambahkan agar menjadi perhatian bagi masyarakat untuk memutus mata rantai menyebaran penularan covid-19 adalah kedisiplinan dan kesadaran.

“Tidak bosan kami sampaikan agar disiplin dalam penggunaan masker, lebih sering cuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak atau mengurangi perkumpulan.” tegasnya. (lin)

Baca Juga