headline9.com, RANTAU – Harapan masyarakat Tapin untuk memiliki Sekolah Rakyat kian mendekati kenyataan. Pemerintah Kabupaten Tapin resmi menerima sertifikat tanah seluas 12,62 hektare yang akan menjadi lokasi pembangunan sekolah tersebut.
Penyerahan sertifikat elektronik dilakukan oleh Kepala Kantor Pertanahan Tapin, Sumiyati, kepada Bupati Tapin, H. Yamani, pada Senin (30/6/2025). Agenda penting yang berlangsung di Kantor Pertanahan Tapin itu turut dihadiri Wakil Bupati H. Juanda, jajaran Pemkab Tapin, serta perwakilan Bappelitbang.
Bupati Yamani menyebut terbitnya sertifikat ini sebagai langkah strategis yang mempercepat realisasi pembangunan.
“Berkat dukungan penuh dari BPN Tapin, sertifikat tanah untuk Sekolah Rakyat bisa kita selesaikan lebih cepat dari target. Ini jadi langkah besar mendukung program prioritas nasional,” ujarnya.
Menurutnya, dokumen legal ini menjadi syarat utama untuk mengajukan proposal ke kementerian pusat, khususnya Kementerian PUPR dan Kementerian Sosial RI. Tanpa sertifikat, kata dia, rencana pembangunan sekolah hanya akan berhenti di atas kertas.
“Proposal lengkap segera kita serahkan ke pusat. Targetnya, pembangunan bisa dimulai antara tahun 2025 hingga 2026,” tegas Yamani.
Rencananya, Sekolah Rakyat akan dibangun di Desa Baringin A, Kecamatan CLS, yang dipilih karena lokasinya strategis, memiliki akses jalan memadai, serta ketersediaan air baku yang mencukupi.
Kepala Bappelitbang Tapin, Meidy Harris Prayoga, menyebut sertifikat tanah ini menjadi salah satu persyaratan mutlak dari Kementerian Sosial.
“Legalitas sudah beres, hambatan administratif selesai. Kita tinggal menunggu respon dari kementerian,” jelasnya.
Kepala BPN Tapin, Sumiyati, mengaku bangga dapat terlibat dalam proyek strategis ini.
“Semoga sertifikat ini membawa manfaat besar, terutama untuk masa depan pendidikan di Tapin,” singkatnya.
Dengan legalitas lahan yang sudah tuntas, Pemkab Tapin kini hanya menunggu persetujuan pusat untuk memulai tahap pembangunan. Sekolah Rakyat yang diimpikan diharapkan dapat menjadi pusat pendidikan inklusif yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

